Gandeng Yusril, Kerabat Mau Gugat Sultan Yogya?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Sultan Hamengkubuwono X saat mengikuti ritual Ngabekten di Bangsal Kencono, kompleks Keraton Yogyakarta, Kamis (8/8). TEMPO/Suryo Wibowo

    Sri Sultan Hamengkubuwono X saat mengikuti ritual Ngabekten di Bangsal Kencono, kompleks Keraton Yogyakarta, Kamis (8/8). TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Raja Keraton Yogyakarta mengubah "Buwono" dalam namanya menjadi "Bawono" dan menghapus kata "Khalifatullah" dalam gelarnya, Kamis pekan lalu. Sejumlah kerabat Keraton tak sepakat dengan keputusan itu. 

    Adik Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Bendara Pangeran Harya Prabukusumo, mengatakan akan meminta bantuan pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra jika persoalan ini berlanjut ke ranah hukum. 

    “Kalau diselesaikan secara kekeluargaan tidak bisa, ya ke ranah hukum,” kata Prabukusumo, Selasa, 5 Mei 2015. 

    Meski demikian, Prabukusumo mengatakan belum bisa memberikan keterangan pasti tentang sikap bulat kerabat yang tak sepakat dengan sikap Sultan itu. “Kami tidak bisa berpendapat sendiri-sendiri,” katanya. 

    Untuk memutuskan sikap bersama, menurut Prabukusumo, kerabat akan menggelar pertemuan pada Rabu malam, 6 Mei 2015. Lalu, pada Kamis, 7 Mei 2015, mereka akan menziarahi makam raja-raja di Imogiri, Kabupaten Bantul. “Nanti di Imogiri akan jumpa pers, sekalian nyekar,” katanya. 

    Sultan diberitakan akan mengirimkan surat untuk menjelaskan perubahan namanya ke Kementerian Dalam Negeri. Menurut Prabukusumo, persetujuan Kementerian terhadap perubahan nama gelar itu dinilai akan memicu protes dari keluarga besar Keraton Yogyakarta. 

    Bisa-bisa, kata Prabukusumo, keturunan Hamengku Buwono I hingga IX akan melayangkan gugatan ke pengadilan tata usaha negara karena pengubahan nama itu berarti melanggar paugeran (aturan hukum Keraton). “Kalau melanggar paugeran kan berarti melanggar konstitusi,” katanya. 

    ANANG ZAKARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.