Ditanya Soal Reshuffle, JK Mendadak Irit Bicara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla berpidato membuka dialog tingkat tinggi Pemanfaatan Gelombang Bonus Demografi, di Hotel Pullman, Jakarta, 20 April 2015. Jusuf Kalla mengatakan bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dibarengi dengan kualitas sehingga tidak menjadi beban pembangunan. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla berpidato membuka dialog tingkat tinggi Pemanfaatan Gelombang Bonus Demografi, di Hotel Pullman, Jakarta, 20 April 2015. Jusuf Kalla mengatakan bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dibarengi dengan kualitas sehingga tidak menjadi beban pembangunan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah sempat mencuatkan isu perombakan atau reshuffle kabinet, Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mendadak irit bicara saat ditanya tentang kelanjutan kabar tersebut.

    "Belum, belum, jangan dulu tanya itu," kata Kalla ditemui di kantornya, Selasa, 5 Mei 2015. Dia terus menghindar saat ditanya tentang pergantian menteri. "Ah, nanti kau tulis macam-macam pula."

    Sebelumnya, Kalla sempat membenarkan akan adanya perombakan kabinet, tapi tidak menjelaskan ihwal waktunya. "Ya, tentu dalam waktu ke depan inilah," kata pria yang akrab disapa JK ini di kantornya. (Baca: JK Benarkan Ada Reshuffle Kabinet, Istana Tetap Membantah)

    Perombakan kabinet, menurut dia, perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja pemerintah. Sebab jalannya pemerintahan perlu didukung oleh orang-orang yang berkompeten di bidang masing-masing.

    Menanggapi wacana itu, baik Presiden Joko Widodo maupun para menteri memilih bungkam. (Baca: Saat Jokowi dan Menterinya Ramai-ramai Bungkam Soal Reshuffle)

    "Sudah, tanya yang lain saja. Kalau tak ada pertanyaan, ya sudah," kata Jokowi setelah melepas Tim Nusantara Sehat Angkatan I di Istana Negara, semalam. Setelah memberikan pertanyaan tersebut, Jokowi meninggalkan kerumunan wartawan.

    Begitu juga Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto. Dia juga memilih tak menjawab pertanyaan wartawan.

    "Permisi, saya permisi, ya," kata Andi sambil menggeleng-gelengkan kepala dan menuju mobilnya.

    FAIZ NASHRILLAH

    Baca Juga:
    Datang untuk Sofifi, Sultan Tidore Tolak Kedatangan Jokowi
    Longsor Pangalengan, 13 Warga Diduga Masih Tertimbun
    Tedjo: Pencopotan Budi Waseso Urusan Polri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.