Peserta UN Gunungkidul yang Mundur Kebanyakan dari Swasta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengawas ujian membagikan nomor ujian siswa sebelum mengikuti Ujian Nasional berbasis komputer di Sekolah Menengah Pertama Penabur 2, Jakarta, 4 Mei 2015. UJian Nasional yang berbasis komputer atau Computer Based Test tersebut telah lolos uji verifikasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pengawas ujian membagikan nomor ujian siswa sebelum mengikuti Ujian Nasional berbasis komputer di Sekolah Menengah Pertama Penabur 2, Jakarta, 4 Mei 2015. UJian Nasional yang berbasis komputer atau Computer Based Test tersebut telah lolos uji verifikasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kekhawatiran pemerintah Gunungkidul akan tingginya potensi siswa sekolah menengah pertama (SMP) yang mengundurkan diri ujian nasional tahun ini kembali terbukti. Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Bahron Rosyid menuturkan jumlah siswa SMP yang mengundurkan diri itu sebanyak 37 siswa, sedangkan tahun lalu mencapai 51 siswa.

    “Dari jumlah siswa yang mundur ujian tahun ini, hanya tiga siswa dari sekolah negeri. Sebagian besar sekolah swasta,” kata Bahron kepada Tempo, Selasa, 5 Mei 2015.

    Dengan perbandingan sekolah negeri dan swasta itu, pemerintah mendapatkan gambaran pemetaan fokus pembinaan yang perlu digencarkan, sehingga angka putus sekolah tak terulang tiap tahun, “Jadi bukan karena masalah seperti biaya, tapi kemauan sendiri,” ujarnya.

    Menurut Bahron, sebelum ujian SMP dilaksanakan 4 Mei 2015, para siswa itu kebanyakan sudah tak mengikuti kegiatan belajar-mengajar di sekolahnya, meskipun namanya tetap tercatat di daftar nominasi tetap (DNT) peserta ujian. “Latar belakangnya nyaris sama: ingin segera bekerja membantu perekonomian keluarga atau menikah cepat,” kata dia.

    Menurut Bahron, pemerintah, melalui sekolah yang menggelar ujian, sudah menggencarkan pemahaman kepada orang tua siswa agar mengawal anaknya agar tak sampai putus sekolah di jenjang SMP. “Tapi kalau masih ada kejadian seperti ini, ya, kami serahkan kepada masing-masing,” ujarnya.

    Dinas Pendidikan Gunungkidul saat ini memilih berkonsentrasi pada 10.300 siswa yang sedang ujian. “Kami fokus mendorong para siswa yang tetap mengikuti ujian bisa segera lulus dan melanjutkan ke jenjang berikutnya di SMA/SMK,” kata Bahron.

    Kondisi lebih baik terjadi di wilayah Kota Yogyakarta. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Budi Asrori mengatakan dari seluruh SMP, baik negeri dan swasta, hanya dua siswa tercatat mengundurkan diri.

    Siswa itu dilaporkan keluarganya sedang sakit dan diprediksikan belum akan sembuh saat ujian dan ujian susulan digelar. ”Semuanya dari sekolah swasta,” ujar Budi. Jumlah siswa peserta ujian di Kota Yogyakarta seluruhnya ada 8.661 siswa.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.