KPK Tahan Jero Wacik di Cipinang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik kembali memenuhi panggilan penyidik di Gedung KPK, 5 Mei 2015. Pemeriksaan kali ini merupakan yang pertama bagi Jero Wacik setelah permohonan gugatan praperadilan yang ia ajukan ditolak hakim. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik kembali memenuhi panggilan penyidik di Gedung KPK, 5 Mei 2015. Pemeriksaan kali ini merupakan yang pertama bagi Jero Wacik setelah permohonan gugatan praperadilan yang ia ajukan ditolak hakim. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menahan Jero Wacik, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jero dibawa ke rumah tahanan Cipinang setelah hampir seharian diperiksa tim penyidik KPK, Selasa 5 Mei 2015.

    Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan Jero ditahan di rumah tahanan kelas satu Cipinang, Jakarta Timur. "Mulai hari ini hingga 24 Mei nanti, JW ditahan di Cipinang," ujar dia dalam konferensi pers, Selasa malam, 5 Mei 2015.

    KPK menduga Jero menerima duit hingga Rp 9,9 miliar selama menjadi Menteri Energi. Duit itu diduga dia gunakan untuk kepentingan pribadi, pihak ketiga, dan pencitraan. Belakangan, komisi antirasuah itu menyangka Jero korupsi saat menjadi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Modusnya disinyalir sama, yaitu mengakali dana operasional menteri.

    Sebelum diperiksa tadi pagi, Jero Wacik mengatakan KPK tak perlu menjebloskan dia ke rumah tahanan. "Seorang tersangka tidak perlu ditahan jika ia kooperatif," katanya sebelum masuk gedung KPK. Ia juga menyebut dirinya kooperatif dan tidak bakal menghilangkan barang bukti, tidak bakal melarikan diri, dan tidak bakal mengulangi perbuatan korupsinya.

    Jero diperiksa penyidik KPK dengan status sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan yang ia lakukan saat menjabat Menteri Energi.

    MUHAMAD RIZKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.