ITS Tak Buka Jalur Khusus Bagi Penghapal Al Qur'an  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur. TEMPO/ Sunudyantoro

    Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur. TEMPO/ Sunudyantoro

    TEMPO.CO, Surabaya - Hati-hati bagi para siswa dan orang tua yang tengah mempersiapkan diri menuju jenjang perguruan tinggi. Sebuah broadcast Blackberry Messenger beredar menyebutkan bahwa tiga perguruan tinggi negeri ternama membuka jalur  masuk khusus  bagi hafidz dan hafidzah (penghafal Al Qur'an).

    Dalam broadcast Blackberry Messenger itu dikatakan bahwa  perguruan tinggi yang siap menerima para penghafal Al Qur'an ialah Universitas Negeri Solo (UNS), Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS).

    Syaratnya, siswa sekolah menengah atas maupun madrasah aliyah mampu menghafal sebanyak 20-30 juz untuk diberi kesempatan mengikuti seleksi khusus memasuki perguruan tinggi. Program ini, kata pesan BBM berantai itu, ditujukan sebagai perbaikan kualitas moral generasi penerus bangsa Indonesia ke depan.

    ITS menegaskan, pihaknya tak menawarkan jalur khusus penghafal Al Qur'an seperti yang disebutkan oleh broadcast BBM itu. "Di ITS tidak ada jalur penghafal Al Qur'an," ujar Sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan ITS Ismaini Zain saat dihubungi Tempo, Selasa, 5 Mei 2015.

    Mengacu Peraturan Menteri Nomor 2 tahun 2015 mengenai penerimaan mahasiswa baru program sarjana di Perguruan Tinggi Negeri, ITS menawarkan tiga pola penerimaan pada tahun akademik 2015/2016.  Tiga pola itu ialah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Program Kemitraan dan Mandiri (PKM).

    Selain melalui tiga jalur penerimaan tersebut di atas, ITS menyelenggarakan seleksi lokal Ujian Masuk Desain Produk Industri (UMDESAIN) khusus calon mahasiswa baru Program Studi Desain Produk Industri.

    SNMPTN, kata Ismaini, menyeleksi calon mahasiswa tanpa ujian tulis, namun berdasarkan nilai rapor yang telah diisikan dalam PDSS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa). Selain nilai rapor, prestasi siswa menjadi salah satu poin penilaian baik prestasi akademik maupun non-akademik. "Poin penilaian prestasi itu merupakan nilai bonus, akan dijumlahkan dengan nilai rapor, akreditasi sekolah, banyak indikatornya," kata dia.

    Ismaini menyatakan, hafidz dan hafidzah bisa mendaftar melalui jalur SNMPTN itu. Sebab penghafal Al Qur'an dapat dikategorikan ke dalam prestasi non-akademik. Namun, ITS tak menyediakan jalur khusus. "Selama itu prestasi, ya, bisa mendaftar. Kemarin kami lihat ada beberapa penghafal Al Qur'an yang daftar lewat SNMPTN," tuturnya.

    Untuk SNMPTN, proses pendaftaran telah ditutup pada 15 Maret 2015 lalu. Kini SNMPTN telah memasuki tahap seleksi dan diumumkan pada 9 Mei 2015. Hingga berita ini ditulis, nomor contact person yang tercantum dalam pesan berantai BBM tidak menjawab panggilan Tempo.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.