Mantan Aktivis Mahasiswa Jadi Tersangka Korupsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. prolife.org.nz

    Ilustrasi. prolife.org.nz

    TEMPO.CO, Semarang - Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menetapkan lima orang tersangka kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos), dua di antaranya dilakukan tersangka saat menjadi aktivis mahasiswa di sebuah perguruan tinggi Kota Semarang.

    “Kasus ini berawal dari pengembangan kasus korupsi bansos staf ahli gubernur masing-masing Joko Mardiyanto dan Joko Suryanto,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Eko Suwarni, Selasa, 5 Mei 2015.

    Tersangka itu berinisial AN dan AG tercatat ikut menerima uang bantuan sosial senilai Rp 83 juta dan Rp 44 juta. Selain itu, ada tiga tersangka lain masing-masing MS sebesar Rp 84 juta, FI senilai Rp 65 juta, dan AK Rp 52 juta. “Total yang digunakan mencapai Rp 328 juta, tahun anggaran 2011,” kata Eko menambahkan.

    Menurut Eko Suwarni, modus dua tersangka mantan aktivis itu dilakukan saat mereka mengenyam pendidikan di perguruan tinggi dengan cara mengajukan proposal permohonan dana bansos. Namun ketika cair uang proposal tidak digunakan sebagaimana mestinya. Hal itu diketahui setelah Kejaksaan Tinggi Jateng mendapat laporan audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah.

    Ia menjelaskan laporan pertanggungjawabannya telah dibuat lengkap dengan foto, tapi setelah dikonfirmasi ke hotel tempat dalam proposal ternyata tidak ada kegiatan atau fiktif. Selain itu penyidik juga menemukan alamat lembaga yang digunakan para tersangka tidak jelas atau fiktif. Kecurigaan Kejaksaan semakin bertambah, karena sebagian alamat penerima dana bansos tidak jelas. Seperti tanah kosong, SPBU, dan sebuah rumah makan.

    Selain itu, satu orang tersangka juga mengajukan beberapa buah proposal dana bansos untuk satu tahun. "Satu orang minimal mengajukan lima proposal, hingga kerugiannya total Rp 328 juta,” kata Eko Suwarni menjelaskan.

    Kejaksaan sendiri, saat ini tengah memburu aktor utama penyimpangan dana bansos Pemprov Jawa Tengah. Kejaksaan Tinggi Jateng juga telah menetapkan tersangka Joko Suryanto dan Joko Mardianto, mantan staf ahli Gubernur Jawa Tengah. "Sekarang kelima orang itu ditahan guna pengembangan kasus dari tersangka utama," katanya.

    EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.