Menteri Anies: Pembocor Ujian Nasional Pengkhianat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, memberikan keterangan kepada media perihal kesiapan pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA/sederajat di Gedung kementeri Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 9 April 2015. Anies Baswedan memaparkan kesiapan pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA/sederajat pada 13-15 April. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, memberikan keterangan kepada media perihal kesiapan pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA/sederajat di Gedung kementeri Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 9 April 2015. Anies Baswedan memaparkan kesiapan pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA/sederajat pada 13-15 April. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan menyebut pembocor soal ujian nasional sebagai pengkhianat. Ia mengatakan tak ada ampun bagi pelaku pembocoran itu. "Dia secara sengaja membocorkan. (Supaya jera) tak ada ampun bagi perusahaan dan orangnya," ujar Anies di Istana Negara, Selasa, 5 Mei 2015.

    Anies mengakui kebocoran soal ujian dan kecurangan masih ada selama pelaksanaan ujian nasional tahun ini. Namun ia mengklaim angka keduanya sudah menurun. Ia menegaskan, pemerintah bertekad membereskan masalah ini. "Silakan laporkan kalau ada kebocoran," katanya.

    Sebelumnya, Komisioner Bidang Penyelesaian Laporan Pengaduan Ombudsman Budi Santoso mengatakan baru menerima satu laporan kecurangan dalam ujian nasional tingkat sekolah menengah pertama, yakni berupa beredarnya kunci jawaban di Medan. Namun belum dapat dipastikan apakah kunci jawaban itu sesuai dengan soal ujian nasional yang dikerjakan di salah satu SMP negeri di daerah itu.

    Ombudsman pun belum mendapat kronologi lengkap bagaimana kunci jawaban itu justru ditemukan di ruang pengawas. Ada 3.773.372 siswa jenjang sekolah menengah pertama yang mengikuti ujian nasional mulai kemarin hingga Kamis, 7 Mei mendatang. Mereka berasal dari 50.515 SMP. Hanya ada 42 SMP yang menjalani computer-based test dengan jumlah siswa 9.352.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.