Harimau Sumatera Mati Terjerat di Perangkap Babi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor harimau Sumatera jantan muda beristirahat  berjalan di kandang barunya yang seharga Rp 225,4 miliar di kebun binatang San Diego Wild Animal Park, San Pasqual Valley, Amerika Serikat (21/5). REUTERS/Mike Blake

    Seekor harimau Sumatera jantan muda beristirahat berjalan di kandang barunya yang seharga Rp 225,4 miliar di kebun binatang San Diego Wild Animal Park, San Pasqual Valley, Amerika Serikat (21/5). REUTERS/Mike Blake

    TEMPO.CO, Padang - Seekor harimau Sumatera ditemukan mati di ladang milik warga di pinggir kawasan hutan di Nagari Palangai Gadang, Kecamatan Balai Selasa, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Harimau itu tersangkut perangkap babi yang dibuat warga.

    Kepala Satuan Tugas Polisi Hutan Badan Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat Zulmi Gusrul mengatakan, harimau dewasa itu diketahui terperangkap pada Sabtu pagi, 2 Mei 2015. "Ada luka di kepala dan lehernya," ujar Zulmi, Senin, 4 Mei 2015.

    Kata Zulmi, perangkap babi itu sengaja dibuat warga setempat untuk menjerat binatang yang merusak ladang mereka. Namun, warga sekitar tidak menyangka yang terjerat malah harimau.

    Zulmi mengatakan sebelum harimau tersebut ditemukan tewas, ada beberapa ternak warga sekitar yang mati. Diduga akibat dimakan harimau.

    Harimau berukuran 180 sentimeter itu berjenis kelamin betina. Harimau tersebut sudah dikubur di belakang kantor BKSDA Sumatera Barat di Kota Padang.

    Zulmi mengatakan, menurut pengakuan warga setempat, ada dua ekor harimau lainya di lokasi tersebut. Dua harimau itu diduga jantan dan anak harimau yang mati.

    "Warga harus hati-hati. Jauhkan ternak dari bibir hutan atau tempat rawan dengan harimau. Diduga masih ada harimau lainnya di kawasan itu," ujar Zulmi.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.