Pendaki Swedia Sempat Lihat Tiga WNI di Nepal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: Jeroen Hehuwat, Kadek Ardana, dan Alma Parahita, tiga pendaki yang hilang kontak saat gempa Nepal di pusat krisis Taruna Hiking Club, Bandung, 29 April 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Dari kiri: Jeroen Hehuwat, Kadek Ardana, dan Alma Parahita, tiga pendaki yang hilang kontak saat gempa Nepal di pusat krisis Taruna Hiking Club, Bandung, 29 April 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menjelaskan informasi terakhir yang ia terima dari dua evakuator yang dikirim ke Nepal menyebutkan seorang pendaki asal Swedia sempat melihat tiga pendaki warga Indonesia di satu hotel di Lantang, Nepal.

    "Ada statement dari pendaki Swedia, yang pernah melihat tiga warga Bandung di sebuah hotel di daerah Langtang, Nepal," kata Emil--sapaan akrab Ridwan, saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Bandung, Senin, 4 Mei 2015. Pendaki Swedia itu memastikan pertemuannya dengan tiga warga Bandung berlangsung sebelum terjadinya gempa dahsyat di Nepal.

    Informasi itu menguntungkan dua evakuator Bandung dalam mencari ketiga korban. "Mudah-mudahan mereka bertiga belum terlalu jauh dari daerah Langtang, Nepal," kata Emil. Saat ini, evakuator asal Bandung telah memperoleh akses udara untuk dapat menjangkau daerah Langtang.

    Adapun hubungan Emil dengan kedua evakuator yang ia kirimkan, dilakukan melalui media sosial Twitter. Menurut dia, hal tersebut dilakukan agar warga Bandung dapat memperoleh informasi dengan cepat terkait dengan tiga warga Bandung yang hilang.

    Sebelumnya, ketiga pendaki yang hilang di Negara Seribu Kuil itu, antara lain Jeroen Hehuwat, 39 tahun, Kadek Andana (26), dan Alma Prahita (21). Mereka hilang setelah gempa sebesar 7,8 skala Richter mengguncang Nepal.

    Kadek dan Alma merupakan pasangan suami-istri yang baru menikah pada Maret 2015. Mereka merupakan pendaki gunung profesional yang tergabung dalam kelompok pencinta alam Taruna Hiking Club sejak 2007. Setelah empat tahun berpacaran, mereka memutuskan untuk menikah.

    Sementara Jeroen, merupakan seorang general manager sebuah perusahaan teknologi air. Alumni Institut Negeri Bandung angkatan 1993 ini tergabung dengan THC pada 1989. Jeroen merupakan salah satu pendaki terbaik yang dimiliki THC. Ia telah menaklukan sejumlah gunung tinggi di dalam dan luar negeri.

    PERSIANA GALIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.