Penempatan TKI Terlarang untuk 21 Negara Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para Tenaga Kerja Indonesia yang bermasalah tiba di TKI Lounge, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 19 Januari 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Para Tenaga Kerja Indonesia yang bermasalah tiba di TKI Lounge, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 19 Januari 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menambah daftar negara di Timur Tengah untuk moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia sektor domestik atau pekerja rumah tangga. “Kami nyatakan penghentian penempatan tenaga kerja di 21 negara di kawasan Timur Tengah mulai hari ini,” katanya di Kementerian Tenaga Kerja, Senin, 4 Mei 2015. 

    Sebanyak 21 negara yang terlarang bagi pengiriman TKI adalah:
    1. Aljazair
    2. Arab Saudi
    3. Bahrain 
    4. Irak
    5. Iran
    6. Kuwait
    7. Lebanon
    8. Libya 
    9. Maroko
    10. Mauritania
    11. Mesir
    12. Oman 
    13. Pakistan
    14. Palestina
    15. Qatar
    16. Sudan Selatan
    17. Suriah
    18. Tunisia
    19. Uni Emirat Arab
    20. Yaman
    21. Yordania

    Selama ini, Indonesia sudah memberlakukan moratorium pengiriman TKI sektor pekerja domestik ke Kuwait, Yordania, Suriah, dan Saudi Arabia. Indonesia juga sudah menunda pelayanan pengesahan kontrak pekerja rumah tangga dengan Uni Emirat Arab, Qatar, Oman, dan Bahrain. “Kini semua negara di kawasan Timur Tengah dinyatakan terlarang penempatan TKI domestic worker,” ujar Hanif. 

    Hanif menuturkan pelarangan ini diberlakukan karena masih banyak permasalahan yang terjadi. Permasalahan itu adalah maraknya pelanggaran norma ketenagakerjaan dan perdagangan manusia terhadap para pekerja rumah tangga Indonesia yang kebanyakan perempuan.

    Aturan ini pun ditetapkan berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo dan rekomendasi sejumlah duta besar dan kedutaan besar Indonesia di negara-negara Timur Tengah. “Mereka meminta agar penempatan TKI pekerja rumah tangga dihentikan,” kata Hanif.

    Selama ini, ucap Hanif, perlindungan bagi buruh migran Indonesia, terutama di negara-negara Timur Tengah, dinilai masih sangat kurang. Apalagi budaya setempat semakin mempersulit tindakan perlindungan tersebut. 

    Pekerja Indonesia pun dinilai masih dihargai sangat rendah. Mereka hanya mendapat gaji Rp 2,7-3 juta per bulan. “Jumlah itu tidak sebanding dengan risiko meninggalkan negara dan keluarga untuk bekerja di luar negeri,” ujarnya. "Alasan terpenting adalah karena belum adanya regulasi ketenagakerjaan yang baku yang mengikat di negara tersebut sehingga merugikan TKI." 

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.