UN SMP di Bogor, Bima Arya: Jangan Percaya Jawaban Palsu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang siswi mengerjakan soal UN dengan menggunakan sistem manual, ujian nasional tingkat SMP berlangsung serentak di seluruh Indonesia. Cimahi, Jawa Barat, 4 Mei 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Seorang siswi mengerjakan soal UN dengan menggunakan sistem manual, ujian nasional tingkat SMP berlangsung serentak di seluruh Indonesia. Cimahi, Jawa Barat, 4 Mei 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bogor - Ujian nasional tingkat sekolah menengah pertama di Kota Bogor diikuti 19.442 siswa pada Senin, 4 Mei 2015. Ujian nasional di kota ini dilakukan dengan menggunakan sistem manual atau tertulis karena semua sekolah belum memiliki peralatan komputer dan jaringan yang memadai.

    "UN tingkat SMP di Kota Bogor menggunakan sistem manual atau kertas, dan tidak ada yang menggunakan CBT atau computer-based test, karena belum siap alatnya," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Etgar Suratman, Senin, 4 Mei 2014.

    Menurut dia, 19.442 siswa tersebut berasal dari 151 SMP/madrasah tsanawiyah di Kota Bogor yang dibagi menjadi tiga rayon. "Distribusi lembar soal sudah dilakukan ke 151 sekolah di Kota Bogor. Ujian pada hari pertama berjalan dengan lancar," ujarnya.

    Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat meninjau pelaksanaan UN di SMPN 1 Kota Bogor menegaskan agar semua siswa peserta UN tidak terpengaruh kabar beredarnya kunci jawaban di Internet.

    "Jangan mempercayai dan terpengaruh kunci jawaban virtual di Internet. Siswa harus yakin dengan kemampuan sendiri," katanya.

    Menurut Bima Arya, kebenaran kunci jawaban UN yang tersebar di Internet tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kunci itu, dia melanjutkan, disebar oleh oknum. "Anggap saja soal-soal dan kunci jawaban yang ada di Internet sebagai latihan, tapi jangan jadi patokan," ucapnya.

    M. SIDIK PERMANA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.