Hanya Satu SMP di Riau Gelar UN Berbasis Komputer  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Koalisi Pendidikan Kota Bandung menggelar aksi unjuk rasa Hardiknas di Gedung Sate, Bandung, 2 Mei 2015. Mereka juga meminta pemberantasan korupsi di sektor pendidikan, dan moratorium ujian nasional. TEMPO/Prima Mulia

    Aktivis Koalisi Pendidikan Kota Bandung menggelar aksi unjuk rasa Hardiknas di Gedung Sate, Bandung, 2 Mei 2015. Mereka juga meminta pemberantasan korupsi di sektor pendidikan, dan moratorium ujian nasional. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Ketua Panitia Pelaksana Ujian Nasional Provinsi Riau Asrizal menyatakan ujian nasional tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di Riau siap digelar. Pendistribusian naskah soal ujian dipastikan telah tiba di sekolah di 13 kabupaten/kota di Riau.

    Sebanyak 104.957 siswa mengikuti ujian nasional. Namun hanya satu sekolah menyatakan kesiapannya melaksanakan ujian berbasis komputer (computer-based test). "Persiapan sudah seratus persen, naskah sudah tiba di setiap daerah," kata Asrizal saat dihubungi Tempo, Minggu, 3 Maret 2015.

    Menurut Asrizal, naskah ujian telah disalurkan ke tingkat daerah sejak 27 April 2015. Dia mengatakan sempat terjadi kekurangan naskah soal ujian di beberapa wilayah. Namun masalah tersebut sudah teratasi.

    Asrizal mengatakan, dari seluruh sekolah setingkat SMP di Riau, hanya satu sekolah yang dinyatakan siap menggelar ujian nasional berbasis online (CBT), yakni SMP Negeri 2 Dumai.

    Setelah melalui evaluasi Tim Ujian Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kata Asrizal, hanya SMPN 2 Dumai yang dinyatakan layak melakukan ujian berbasis online. SMPN 2 Dumai dianggap layak karena didukung fasilitas komputer dan jaringan Internet yang memadai. "Sebanyak 237 peserta mengikuti ujian berbasis komputer," kata Asrizal.

    Ujian nasional tingkat SMP di Riau bakal diikuti 104.957 peserta di 13 kabupaten/kota. Rinciannya, SMP 76.479 siswa, MTs, 24.774, SMPLB 31 siswa, SMPT 238, dan paket B 3.435 siswa.

    RIYAN NOFITRA


  • UN
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.