Tiga Hari di Laut, Nelayan Berhasil Diselamatkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan kapal nelayan sandar di jembatan di Muara Jenne Berang, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa 6 Januari 2015. Hujan disertai angin kencang yang mengakibatkan gelombang setinggi 3-4 meter, nelayan di daerah terebut tidak melaut, Peringatan terkini BMKG Makassar gelombang tinggi terjadi.TEMPO/Iqbal Lubis

    Ratusan kapal nelayan sandar di jembatan di Muara Jenne Berang, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa 6 Januari 2015. Hujan disertai angin kencang yang mengakibatkan gelombang setinggi 3-4 meter, nelayan di daerah terebut tidak melaut, Peringatan terkini BMKG Makassar gelombang tinggi terjadi.TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.COBanda Aceh - Dua nelayan asal Ulee Lheu, Banda Aceh, diselamatkan KRI Tjiptadi setelah tiga malam terkatung-katung di laut lepas, dekat perairan Sabang. “Kapal mereka rusak. Nelayan itu telah dikembalikan ke desanya," kata Perwira Staf Intelijen (Pasintel) Pangkalan TNI AL (Lanal) Sabang Mayor Laut Muhammad Akbar saat dihubungi Tempo, Ahad, 3 Mei 2015.

    Kedua nelayan tersebut adalah Muhammad Rafi, 19 tahun, dan Irfandi, 30 tahun, yang menggunakan perahu UPIN. Mereka terombang-ambing di laut selama tiga malam. Keduanya berangkat melaut pada Selasa, 28 April 2015.

    Menurut Akbar, keberadaan nelayan tersebut diketahui pada Jumat sore, 1 Mei 2015. Pihak Lanal Sabang mengetahui informasi dari kapal Basarnas Aceh yang telah dikontak kapal perang Turki TCG F 495 Gendiz, yang sedang melakukan perjalanan menuju Jepang.

    Kapal Turki menyampaikan bahwa di perairan atas Pulau Rondo, berjarak sekitar 40 mil dari Pelabuhan Ulee Lheu, terdapat perahu nelayan yang terapung dan membutuhkan bantuan. Nelayan dalam perahu itu melambaikan tangan kepada kapal perang Turki yang sedang melintas. “Namun kapal perang Turki tidak berani memberikan pertolongan karena perahu nelayan masih di perairan NKRI,” ujar Mayor Akbar.

    Setelah menerima informasi, Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Sabang Kolonel Laut Sujatmiko segera melakukan koordinasi dengan Komandan Satgas INDINDO-25/15. Selanjutnya satgas tersebut memerintahkan KRI Tjiptadi–381 untuk memberikan bantuan kepada kedua nelayan itu.

    Satgas INDINDO-25/15 adalah kerja sama pemerintah Indonesia dan India untuk melaksanakan patroli dan latihan laut bersama secara rutin yang diagendakan setiap tahun. KRI Tjiptadi saat ini tergabung dalam satgas tersebut.

    Mendapat perintah, Komandan KRI Tjiptadi 381 Letkol Laut Erry Pratama Yoga segera melakukan persiapan kapal untuk berlayar dan bertempur. Pada Jumat pukul 18.23 WIB, KRI Tjiptadi bertolak dari dermaga Lanal Sabang menuju posisi kapal nelayan. Pada pukul 20.30 WIB, mereka menemukan kedua nelayan itu. KRI bersama nelayan tiba di Lanal Sabang pada Sabtu dinihari, 2 Mei 2015.

    Komandan Lanal Sabang Kolonel Sujatmiko mengatakan penyelamatan nelayan adalah bentuk respons cepat TNI AL dalam menjaga kedaulatan NKRI dan pelaksanaan operasi militer selain perang. “Melaksanakan bantuan SAR kepada nelayan Aceh yang mengalami permasalahan di laut,” tuturnya. 

    ADI WARSIDI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.