Surabaya Saingi Singapura 10 Tahun Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini melambaikan tangan dari atas jip saat kirab piala dan piagam Socrates Award di jalan Yos Sudarso, Surabaya  (20/4). Prestasi  Surabaya menurut EBA antara lain intensitas banjir berkurang, kualitas udara, sosial-pendidikan membaik, dan penanganan sosial dilakukan secara manusiawi. TEMPO/Fully Syafi

    Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini melambaikan tangan dari atas jip saat kirab piala dan piagam Socrates Award di jalan Yos Sudarso, Surabaya (20/4). Prestasi Surabaya menurut EBA antara lain intensitas banjir berkurang, kualitas udara, sosial-pendidikan membaik, dan penanganan sosial dilakukan secara manusiawi. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Surabaya - Kota Surabaya diperkirakan akan mampu menyaingi Singapura dalam jangka waktu sepuluh tahun lagi. “Kalau ongkos dan akses masuk Surabaya lebih murah maka Surabaya akan menjadi simpul Internasional,” kata pakar statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Kresnayana Yahya, pada Minggu, 3 Mei 2015.

    Alasannya masuk akal. Kresnayana menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah melakukan lompatan yang begitu jauh. Tata kota dan tata kelola yang dilakukan Pemkot Surabaya telah menggeser tren dari kota pertanian menjadi pusat perdagangan kawasan timur.

    Dari sejarah yang dicatat Kersnayana, Surabaya mengalami perubahan dari kota perdagangan ke kota industri. Saat ini Surabaya sudah mengalami lompatan dari kota industri menjadi kota layanan jasa.

    Buktinya adalah pengembangan bandara, pelabuhan, layanan publik, dan event-event internasional yang sering diselenggarakan. Surabaya telah membuktikan akan menyaingi Singapura. Namun untuk mewujudkan hal itu, diperlukan waktu sepuluh tahun lagi untuk memperbaiki berbagai infrastruktur. Seperti perluasan kawasan bandara dan pelabuhan.

    “Di Surabaya sekarang ini sudah menjadi pusat industri knowledge, keahlian,” ujarnya sembari mencontohkan seperti perkembangan bisnis trading, saham, dan logistik. “Dibanding dengan Jakarta, komposisinya sekarang 60 berbanding 40 persen. Suatu saat bisa mencapai 50 persen bahkan mengalahkan Jakarta sebagai pusat ekonomi Indonesia,” tuturnya.

    Hal ini yang membuat pasar properti di Surabaya mengalami pertumbuhan, meski secara nasional pembangunan kawasan perumahan sedang lesu.

    Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur Totok Lucida menjelaskan, pembangunan kawasan perumahan di Surabaya memang tumbuh 50 persen dalam setahun terakhir. “Tahun ini saja ada 20 apartemen yang dibangun dan sedang dalam proses perizinan,” kata Totok.

    Dia juga menjelaskan sejak kepemimpinan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, tren menunjukkan pembangunan perumahan sudah ke arah vertikal. “Ini tepat dan sejalan dengan konsep pemerintah pusat,” tuturnya.

    Bahkan beberapa waktu yang lalu, pihaknya menggenjot pertumbuhan sektor properti dengan mempermudah proses perizinan. Totok memperkirakan bahwa tumbuhnya pasar properti akibat dari penataan Kota Surabaya sebagai pusat kota jasa layanan sudah berhasil. “Surabaya jadi percontohan nasional, khususnya dalam layanan perizinan,” tambahnya.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.