Tips Minimalkan Stress Siswa Jelang Ujian Nasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa mengikuti ujian nasional tingkat SMA/SMK/MA berbasis komputer di Makassar,13 April 2015. TEMPO/Fahmi Ali

    Sejumlah siswa mengikuti ujian nasional tingkat SMA/SMK/MA berbasis komputer di Makassar,13 April 2015. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta -Psikolog anak dan remaja dari Universitas Indonesia Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan siswa yang mengalami stres jelang ujian nasional masih dalam tahap wajar. Alasannya, menghadapi segala hal yang evaluatif, dinilai dan diamati orang, dan mencapai titik standar tertentu akan mengundang seseorang menjadi stres. "Itu sangat bisa dimengerti dan wajar saat menghadapi situasi mereka dinilai, dievaluasi, pasti akan stres," ujar Vera pada Tempo, Ahad 3 Mei 2015.

    Belum lagi Vera melihat setidaknya dalam lima tahun terakhir targetan yang mesti dicapai anak usia sekolah saat ujian sekolah lebih berat. Hal tersebut jauh berbeda dengan kondisi orang tua mereka zaman dulu. "Dalam lima tahun terakhir memag terlihat lebih berat, karena masalah persaingan, belum ada studi khusus tapi terjadi di sekitar dan terlihat dari beberapa kasus yang datang untuk ditangani," ujar Vera lagi.

    Kondisi seperti itu, menurut Vera,  tak hanya mengundang stres anak sekolah tapi juga orang tua mereka. Kondisi anak akan menjalani ujian, apalagi saat terlihat anaknya kurang persiapan, akan menimbulkan stres juga bagi orang tuanya.

    Anak yang alami stres dapat terlihat dari perilaku mereka."Ada yang belajar enggak berhenti saking cemasnya, ada juga saking paniknya bisa jadi enggak melakukan apa-apa," kata Vera.

    Kondisi stres yang dinilai wajar  masih dapat diminimaliasi lewat beberapa cara. Di antaranya, meningkatkan usaha belajar, jika siswa sudah belajar maksimal hal terbaik yang bisa dia lakukan menjelang ujian adalah rileks, tak lagi berkutat dengan buku dan hapalan. "Kalau sudah maksimal dan rileks, nanti apa yang sudah dipelajari akan mudah direcall saat ujian, lain halnya kalau kondisi tegang, ingatan akan sulit dipanggil," ujar Vera.

    Selanjutnya adalah percaya diri. Hal ini penting karena juga akan bantu mendorong siswa untuk meyakinkan dirinya bisa menghadapi ujian dan bisa melakukan hal terbaik, bukan memikirkan mendapatkan hasil terbaik. Membaca soal yang serius, mengerjakannya dengan teliti, lakukan dengan mengerahkan usaha yang maksimal, "hasil, akan mengikuti proses," ujar Vera.

    Langkah berikutnya adalah jangan cemas. Siswa jangan memikirkan banyak hal terlalu jauh. Lebih baik memikirkan hal-hal secara bertahap satu persatu. "Lihat besok ujian apa, pikirkan dan fokus saja soal itu, jangan memikirkan ujian di hari-hari berikutnya," kata Vera.

    AISHA SHAIDRA


  • UN
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.