Tak Ada Korban Jiwa dari Bus Anak SMK yang Masuk Jurang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. TEMPO/Arif Wibowo

    Ilustrasi. TEMPO/Arif Wibowo

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan bus yang membawa pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 1 Pekanbaru, Riau, masuk jurang di Kelok Sikumbang Jarang, Nagari Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Sabtu, 2 Mei 2015. Tercatat sebanyak 19 orang luka-luka dan kondisi bus rusak berat.

    “Penumpang yang luka-luka umumnya dalam keadaan sadar,” kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sumatera Barat Ajun Komisaris Besar Syamsi melalui pesan BlackBerry, Minggu, 3 Mei 2015.

    Menurut Syamsi, seluruh korban luka-luka telah dirawat di Rumah Sakit Umum Padang Panjang, Sumatera Barat. Adapun jumlah penumpang sebanyak 28 orang, yakni 22 pelajar, tiga guru, satu sopir, satu kenek, dan satu balita anak seorang guru.

    Syamsi menjelaskan bus R6 BM 7993 TP milik Pemerintah Kota Pekanbaru pada pukul 09.40 WIB yang datang dari arah Batu Sangkar berpapasan dengan sebuah truk dari arah Padang Panjang. Bus lalu menghindar ke kiri hingga bahu jalan, tapi sopir bus tidak dapat mengendalikan kendaraan, sehingga bus masuk ke dalam jurang sedalam 15 meter. “Bus tidak terkendali, sehingga jatuh ke dalam jurang,” katanya.

    Wakil Kepala SMK 1 Muhammadyah, Pekanbaru, Hendri menyebutkan seluruh korban luka-luka saat ini telah dirawat di Rumah Sakit Padang Panjang. Satu siswa dilarikan ke rumah sakit di Padang untuk menjalani perawatan.

    "Satu siswa dibawa ke rumah sakit di Padang karena permintaan keluarga," kata Hendri, saat dihubungi Tempo. Dia memastikan seluruh korban dalam keadaan sadar.

    Petugas Keamanan SMK Muhammadyah Jupri mengatakan rombongan siswa berangkat dari sekolah sekitar pukul 21.00, Jumat malam, 1 Mei 2015 dalam rangka berwisata selepas Ujian Nasional. Rombongan yang berangkat merupakan pelajar Jurusan Multimedia dan Audio Video.

    Bus milik Dinas Perhubungan yang digunakan rombongan siswa masih terbilang baru. "Bus yang membawa siswa itu masih baru," kata Jupri.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.