Pertemuan Pimpinan KPK dengan Kapolri Bahas Novel Baswedan?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Badrodin Haiti (kedua kanan), berjabat tangan dengan Ketua KPK, Taufiequrachman Ruki (kedua kiri) didampingi Wakil Ketua KPK Johan Budi (kiri), dan Indriyanto Seno Adjie, di Mabes Polri, Jakarta, 2 Mei 2015. Novel Baswedan mendapatkan penangguhan penahanan dengan jaminan kelima pimpinan KPK. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Kapolri Badrodin Haiti (kedua kanan), berjabat tangan dengan Ketua KPK, Taufiequrachman Ruki (kedua kiri) didampingi Wakil Ketua KPK Johan Budi (kiri), dan Indriyanto Seno Adjie, di Mabes Polri, Jakarta, 2 Mei 2015. Novel Baswedan mendapatkan penangguhan penahanan dengan jaminan kelima pimpinan KPK. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yakni Taufiequrrachman Ruki, Johan Budi, dan Indriyanto Seno Adji menemui Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti pada Sabtu, 2 Mei 2015.

    Wakil Ketua KPK sementara Johan Budi mengatakan pertemuan tersebut tak hanya membahas permintaan penangguhan penahanan terhadap penyidik lembaga antirasuah, Novel Baswedan.

    "Ada banyak hal. Termasuk membangun komunikasi yang baru antara KPK dan Porli. Tidak an sich berbicara soal permohonan penangguhan penahanan," ujar Johan di kantor KPK, Sabtu, 1 Mei 2015. Menurut dia, pembicaraan lebih banyak mencari cara agar KPK bisa bersinergi dengan korps Tri Brata itu.

    Akhir-akhir ini, hubungan kedua lembaga penegak hukum itu memang menegang. 'Perang dingin' itu dimulai ketika KPK mengumumkan calon Kapolri tunggal Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi dan suap pada Januari 2015 lalu. Tak berselang lama, polisi balas menjadikan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dan Abraham Samad sebagai tersangka dalam kasus yang berbeda. Polisi juga kembali membuka kasus lama Novel Baswedan. Tak hanya itu, polisi juga memperkarakan kepemilikan senjata oleh penyidik KPK.

    Adapun soal penangguhan penahanan, kata Johan, Kapolri menjelaskan alasan tak langsung melepaskan Novel meski lewat batas waktu dari penangkapan 1x24 jam. "Sebenernya maksud Polri sampai pukul 00.30 WIB akan dilepas setelah rekontruksi. Kemudian Novel tidak setuju rekontruksi. Itu haknya dia," ujarnya. Selain itu, Bengkulu pada tengah malam kemarin sedang hujan deras sehingga pelaksanaan rekontruksi tertunda.

    Lima pimpinan KPK menjadi jaminan atas penangguhan penahanan Novel. Penyerahan Novel kepada KPK dilakukan di kantor Bareskrim Polri. Selain pimpinan, penyerahan Novel disaksikan Deputi Penindakan KPK, Biro Hukum KPK, dan tim penasihat hukum. Kemudian, Novel dibawa ke kantor KPK. "Novel masih sehat dan tegar," kata Johan.

    Novel ditangkap polisi di kediamannya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada pukul 00.00 WIB, Jumat dini hari, 1 Mei 2015. Menurut Surat Perintah Penangkapan, Novel dicokok karena dua kali mangkir dari panggilan polisi untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan penambakan terhadap pencuri sarang burung walet pada 2004. Novel lalu ditahan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok karena dianggap tidak kooperatif saat dilakukan pemeriksaan. Pada malam harinya, Novel diterbangkan ke Bengkulu untuk menjalani rekontruksi.

    Polisi memperkarakan Novel menggunakan kasus penambakan tersangka pencurian sarang burung walet pada 2004. Meski bukan Novel yang menembak, namun polisi menjeratnya karena ketika itu ia menjabat Kepala Satuan Reserse Kepolisian Resor Kota Bengkulu.

    Pada 2012, kasus tersebut digunakan polisi untuk menjerat Novel yang memimpin penyidikan korupsi Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Djoko Susilo. Kini, polisi membuka lagi kasus itu setelah KPK menetapkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka korupsi. Gara-gara penetapan tersangka itu, Budi batal dilantik menjadi Kepala Kepolisian.

    LINDA TRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.