Bus Berisi Pelajar Masuk Jurang 10 Meter di Padang Panjang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. personalinjuryweekly.com

    Ilustrasi. personalinjuryweekly.com

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Sebuah bus yang membawa rombongan siswa SMK Muhammdiyah, Pekanbaru, Riau mengalami kecelakaan di kawasan Lubuk Karambia, Padang Panjang, Sumatera Barat, Jumat, 1 Mei 2015. Bus milik Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru itu terjun ke Jurang sedalam 10 meter. Tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut.

    "Korban hanya luka-luka," kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, SMK Muhammdyah, Pekanbaru, Hendri, saat dihubungi Tempo, Sabtu, 2 Mei 2015.

    Hendri memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Terdapat 26 penumpang dari rombongan sekolah, 22 siswa kelas III, tiga majelis guru dan satu balita.

    Menurut Hendri, seluruh korban dikabarkan mengalami luka-luka saat ini dirawat di rumah sakit Padang Panjang. Sedangkan satu siswa dilarikan ke rumah sakit di Padang untuk menjalani perawatan. "Satu siswa dibawa ke rumah sakit di Padang karena permintaan keluarga," kata Hendri.

    Hendri mengatakan, peristiwa terjadi sekira pukul 09.30. Begitu mendapat informasi dari kepolisian setempat, rombongan majelis guru langsung menuju Padang Panjang melihat kondisi siswa.

    Hendri mengaku belum tahu persis perkembangan informasi. "Kami masih dalam perjalanan menuju Padang Panjang," kata Hendri.

    Petugas Keamanan SMK Muhammadyah, Jupri, mengatakan, rombongan siswa berangkat dari sekolah sekira pukul 21.00, malam tadi, 1 Mei 2015 dalam rangka berwisata selepas Ujian Nasional. Tidak ada permasalahan jelang keberangkatan.

    Bus milik Dinas Perhubungan yang digunakan rombongan siswa masih terbilang baru. "Bus yang membawa siswa itu masih baru," kata Jupri.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.