Pujian Kader Demokrat: SBY Masih Jadi Roh Partai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto bersama SBY dan Ani Yuhoyono dengan seorang mahasiswa sebelum pintu masuk jal tol Buah Batu, Bandung. instagram.com/aniyudhoyono

    Foto bersama SBY dan Ani Yuhoyono dengan seorang mahasiswa sebelum pintu masuk jal tol Buah Batu, Bandung. instagram.com/aniyudhoyono

    TEMPO.CO, Manado - Jajaran Dewan Pengurus Daerah Partai Demokrat Sulawesi Utara mengklaim solid mendukung Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon tunggal ketua umum partai berlambang mirip logo Mercy itu pada kongres ke-3 di Surabaya pada Mei 2015. (Baca: Pesan Anas ke SBY: Pemimpin Itu Harus Sabda Pandita Ratu)

    Dukungan itu dibuktikan dengan kesepakatan bersama seluruh pimpinan partai dari tingkat DPD hingga ke DPC se-Sulawesi Utara secara tertulis. "Kami mendukung secara bulat SBY kembali menjadi ketua umum," kata Ketua Demokrat Kota Manado Morris Korah kepada Tempo, Sabtu, 2 Mei 2015. (Baca: Demokrat Ancam Pecat Kader yang Tak Dukung SBY)

    Menurut Morris, kesepakatan ini bukan hanya lewat lisan tapi juga tertulis, sehingga tidak akan ada satu pun pengurus yang membelot dari kesepakatan itu. "Sosok SBY sangat paripurna memimpin Demokrat. Kebapakan, punya pengalaman, dan tentunya pemimpin yang sudah teruji," kata Morris.

    Dalam kesempatan yang sama, sejumlah kader Partai Demokrat mengatakan sosok SBY tidak bisa dimungkiri merupakan roh di tubuh Partai Demokrat, sehingga tak mungkin jika para kader kemudian harus mencari tokoh lain sebagai ketua umum. (Baca: Sowan ke Anas Urbaningrum, Pasek: Minta Doa Orang Teraniaya)

    "Kami yakin jika tak hanya Sulawesi Utara yang seperti ini, tapi seluruh daerah di Indonesia pasti mendukung SBY secara bulat. Bukannya kami tak menghargai kader lain, tapi SBY merupakan roh partai hingga kini," kata Ronald Marcus, kader lainnya.

    ISA ANSHAR JUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.