Hardiknas, Risma Ajak Siswa Siap Hadapi MEA 2015  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya Tri Rismaharini, di konferensi pers pembayaran asuransi korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 di kantor OJK, Jakarta, 9 Januari 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Walikota Surabaya Tri Rismaharini, di konferensi pers pembayaran asuransi korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 di kantor OJK, Jakarta, 9 Januari 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.COSurabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak semua siswa dan pendidik agar siap menghadapi tantangan global, terutama setelah diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sejak Januari 2015. Para siswa dan pendidik dituntut mampu bersaing dengan negara lain yang mayoritas lebih maju dibanding Indonesia. 

    “Persaingannya bukan lagi antarsekolah, kota, maupun provinsi, namun antarnegara khususnya negara-negara ASEAN,” kata Risma dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2015 di Balai Kota Surabaya, Sabtu, 2 Mei 2015.

    Selain itu, pada 2020, Indonesia akan menghadapi era perdagangan bebas tingkat dunia. Karena itu, Risma berharap siswa dan para pendidik di Surabaya siap dan mampu bersaing dalam berbagai aspek. “Tentunya kita harus persiapkan dari sekarang,” ujar Risma.

    Menurut Risma, persiapan itu meliputi cerdas secara intelektual, kuat secara emosional, dan sehat secara fisik. Apabila ketiganya dipenuhi, Risma optimistis siswa dan para pendidik bisa mengungguli negara-negara lain. “Tentunya harus juga diimbangi dengan kerja keras supaya berhasil,” tutur Risma.

    Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Martadi mengatakan Hari Pendidikan Nasional merupakan momen yang bagus untuk menata kembali sistem pendidikan. Martadi mengapresiasi pemerintah yang akan mengembalikan pendidikan pada pembentukan karakter dan akhlak mulia yang dilandasi nilai-nilai Pancasila.

    Martadi menambahkan, sudah saatnya pendidikan ditata secara sistematis, tidak hanya sistem parsial yang harus ditangani dinas pendidikan semata. “Akan tetapi, seluruh masyarakat harus terlibat di dalamnya,” kata Martadi.

    Hasil riset menunjukkan bahwa sekitar 57 persen pendidikan dipengaruhi faktor keluarga dan masyarakat. Karena itu, apabila anak didik berada di luar sekolah, yang paling berpengaruh adalah keluarga dan lingkungan. “Kedua elemen ini juga harus ikut aktif dalam mengawasi dan mengarahkan generasi muda,” ucap Martadi.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.