Ini Temuan Lokasi Hilangnya Warga Bandung di Nepal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tentara Nepal karung berisikan bahan makanan yang akan dibagikan untuk para korban gempa bumi di Gorkha, Nepal, 29 April  2015. REUTERS/Wolfgang Rattay

    Sejumlah tentara Nepal karung berisikan bahan makanan yang akan dibagikan untuk para korban gempa bumi di Gorkha, Nepal, 29 April 2015. REUTERS/Wolfgang Rattay

    TEMPO.COBandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mendapatkan informasi terbaru terkait dengan hilangnya tiga warga Bandung setelah gempa dahsyat di Nepal. Informasi itu ia dapatkan dari evakuator yang dikirim Pemerintah Kota Bandung ke Negeri Seribu Kuil itu. 

    “Mereka memastikan lokasi terakhir ketiga warga Bandung yang hilang, tepatnya di Langtang, Nepal,” kata Emil—sapaan akrab Ridwan—saat ditemui Tempo di Pendopo Wali Kota Bandung di Jalan Dalem Kaum, Bandung, Sabtu, 2 Mei 2015. 

    Terdapat lima warga Bandung yang hilang di Nepal. Namun dua warga yang hilang berhasil ditemukan setelah menyelamatkan diri menuju sebuah bandara di sana.

    Selain itu, Emil mendapat informasi bahwa evakuator yang dikirim Pemkot Bandung saat ini tengah menyisir semua rumah sakit di sana. “Karena takut terangkut oleh tim lain yang berada di sana dan dibawa ke rumah sakit.”

    Sebelumnya, Pemkot Bandung mengirim dua evakuator untuk mencari tiga warga Bandung yang hilang. Kedua relawan itu dinilai berpengalaman karena pernah menaklukkan tujuh gunung tertinggi di dunia.

    Selain dari Pemkot, dua anggota kelompok pencinta alam Taruna Hiking Club pun dikirim untuk mencari warga Bandung yang hilang itu. Mereka berempat telah berkoordinasi untuk membagi tugas di sana.

    Kadek Andana, 27 tahun, Alma Parahita, (32), dan Jeroen Hehuwat (39) adalah tiga warga Bandung yang diduga hilang di Nepal sejak gempa sebesar 7,8 skala Richter terjadi di negara itu pada Sabtu, 25 April 2015.

    Kadek dan Alma merupakan pasangan suami-istri yang baru menikah pada Maret 2015. Mereka merupakan pendaki gunung profesional yang tergabung dalam kelompok pencinta alam Taruna Hiking Club sejak 2007. Setelah empat tahun berpacaran, mereka memutuskan untuk menikah pada Maret 2015.

    Sedangkan Jeroen saat ini bekerja sebagai insinyur di perusahaan swasta di Ibu Kota. Alumni Institut Teknologi Bandung angkatan 1993 ini bergabung dengan THC sejak tahun 1989. Jeroen merupakan salah satu pencinta alam terbaik yang dimiliki THC. Ia telah menaklukkan sejumlah gunung tinggi di dalam dan luar negeri.

    PERSIANA GALIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.