Novel KPK Ditangkap, Ini Kata Anies Baswedan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, saat memberikan keterangan kepada media perihal kesiapan pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA/sederajat di Gedung kementeri Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 9 April 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Ekspresi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, saat memberikan keterangan kepada media perihal kesiapan pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA/sederajat di Gedung kementeri Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 9 April 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengaku sudah melakukan koordinasi terkait dengan kasus yang menimpa sepupunya, Novel Baswedan. "Saat ini saya bekerja dalam sunyi," kata Anies setelah menjadi inspektur upacara dalam acara peringatan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu, 2 Mei 2015, di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan, Jakarta.

    Anies mengaku tidak bisa membela secara terang-terangan sepupunya itu seperti yang pernah dilakukannya pada 2012. Saat itu, menurut Anies, posisinya masih menjadi penduduk sipil yang bisa mengerjakan banyak hal, bisa pergi ke mana saja dan kapan saja dengan leluasa.

    "Sekarang saya bawa institusi, jadi saya bekerja tidak dalam keterbukaan," kata pria yang menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sejak Oktober 2014.

    Anies mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait dengan kasus Novel. "Saya komunikasi dengan semua orang," katanya.

    Saat ditanya apakah sudah berkomunikasi dengan Kepala Kepolisian RI Badrodin Haiti, Anies hanya tersenyum simpul tanpa menjawab. "Sudah, sudah," katanya.

    Novel dituduhkan terlibat kasus penganiayaan pencuri sarang burung walet pada 2004. Saat itu ia menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal Umum Kepolisian Resor Kota Bengkulu. Tim Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menangkap Novel di rumahnya, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat, 1 Mei 2015.

    Dari Jakarta, Novel dibawa ke Bengkulu untuk mengikuti rekonstruksi. Rencananya rekonstruksi digelar Jumat malam, tapi tertunda dan belum dilakukan hingga Sabtu pagi.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.