Geledah Rumah, Istri Novel Ikut Diperiksa Badannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota Bareskrim Polri menggeledah sebuah motor yang terparkir di dikediaman Novel Baswedan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, 1 Mei 2015. Penggeledahan ini dilakukan untuk mencari barang bukti terkait kasus penganiayaan terhadap tersangka pencuri sarang burung walet di Bengkulu. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Sejumlah anggota Bareskrim Polri menggeledah sebuah motor yang terparkir di dikediaman Novel Baswedan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, 1 Mei 2015. Penggeledahan ini dilakukan untuk mencari barang bukti terkait kasus penganiayaan terhadap tersangka pencuri sarang burung walet di Bengkulu. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 10 orang penyidik Badan Reserse Kriminal Mabes Polri yang menggeledah rumah penyidik Komisi Pemberantas Korupsi, Novel Baswedan, Jumat, 1 Mei 2015, mengakhiri tugasnya setelah bekerja selama lebih dari lima jam, yang dimulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 18.09 WIB.

    Dua orang pria mengenakan kemeja batik dan celana jeans tampak membawa dua kardus air mineral, kemudian memasukannya ke dalam mobil Toyota Innova putih bernomor polisi B 1597 BYP yang diparkir di depan pagar rumah Novel Baswedan.

    Di dalam kardus tampak beberapa eksemplar Koran Tempo dan Majalah Tempo, serta berkas-berkas dokumen. Secara keseluruhan penyidik membawa 20 barang bukti. Tim penyidik langsung meluncur kembali ke Mabes Polri tanpa bersedia memberi kesempatan media untuk mewawancarai mereka.

    Kerabat Novel, Ibnu Kris, mendampingi keluarga selama penggeledahan berlangsung. Menurut dia, para penyidik mengambil dokumen dan sertifikat, dua buah laptop, dan flashdisk.

    Berdasarkan keterangan penyidik, kata Ibnu, barang-barang yang diambil dianggap relevan dengan pemeriksaan terhadap Novel yang saat ini sedang berlangsung.

    Ibunu menjelaskan, selama penggeledahan berlangsung, suasana dibuat kondusif dan senyaman mungkin. Baik istri dan empat anak perempuan Novel tak melontarkan keluhan. “Penyidik sesuai dengan arahan," kata dia.

    Para penyidik memeriksa satu ruangan di lantai dasar rumah, dua kamar tidur di lantai dua. Ruang televisi, toilet, di rumah itu juga jadi sasaran penggeledahan. Bahkan juga plafon rumah.

    Empat orang polisi wanita juga melakukan pemeriksaan badan terhadap istri Novel, Rina Emilda, sekitar pukul 16.30 WIB.

    Penyidik juga memeriksa secara mendetail kendaraan Novel, yaitu mobil Toyota Avanza Velos bernomor polisi W 311 S, dan satu sepeda motor Honda Supra X. Tak hanya bagasi, penyidik bahkan membuka kap mesin mobil. Namun, menurut Ibnu, mereka tak menemukan apapun.

    Wakil Koordinator KontraS, Chrisbiantoro, yang juga berada di dalam rumah selama penggeledan, mengatakan sebenarnya dua barang tak jadi dibawa karena dianggap tidal relevan. Namun handphone Novel turut dibawa.

    Chris mengatakan, barang bukti yang ikut disita meskipun tak ada kaitannya dengan kasus yang dituduhkan kepada Novel. "Ada sertifikat tanah dan surat penugasan Novel dari KPK," kata dia.

    Novel diciduk dari rumahnya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, subuh tadi, sekitar pukul 00.20 WIB. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap pencuri sarang burung walet di Bengkulu pada 2004 silam. Saat itu Novel menjabat Kasat Reskrim Polres Kota Bengkulu. Pukul 16.00, ia diterbangkan ke Bengkulu dari Jakarta untuk menjalani rekonstruksi kasusnya.

    URSULA FLORENE SONIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.