Tiga Warga Bandung di Nepal Belum Ditemukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tentara Nepal dengan dibantu sejumlah relawan, mengeruk tumpukan puing-puing bangunan saat mencari warga yang hilang usai dilanda gempa bumi di Bhaktapur, Nepal, 27 April 2015. REUTERS

    Sejumlah tentara Nepal dengan dibantu sejumlah relawan, mengeruk tumpukan puing-puing bangunan saat mencari warga yang hilang usai dilanda gempa bumi di Bhaktapur, Nepal, 27 April 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memastikan tiga warga Bandung yang hilang di Nepal belum ditemukan. Meski demikian, ia mengatakan dirinya menerima informasi terakhir mengenai lokasi hilangnya tiga warga Bandung itu.

    “Saat ini, empat anggota tim evakuasi dari Bandung baru mempersiapkan menuju lokasi terakhir,” kata Ridwan Kamil saat ditemui di Pendopo Agung Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Bandung, Jumat, 1 Mei 2015.

    Ridwan Kamil menyesalkan pemberitaan sejumlah media massa yang menulis berita terkait ditemukannya tiga warga Bandung yang hilang di Nepal. “Mendengar kabar itu saya langsung telepon Kemenlu (Kementerian Luar Negeri),” kata Ridwan Kamil. Namun, Kemenlu menampik pemberitaan itu dan menjelaskan bahwa belum ada warga Bandung yang berhasil ditemukan.

    Ridwan Kamil menjelaskan, ada lima warga Bandung yang hilang di sana. Dua di antaranya berhasil pulang ke Indonesia karena tidak berada di lokasi berbahaya saat gempa melanda Nepal. Kedua warga Bandung itu, kata Ridwan Kamil, berada di Nepal dengan tujuan pekerjaan mereka.

    Sementara tiga warga lainnya hingga saat ini belum diketahui kondisinya. Ketiga warga tersebut tengah mendaki gunung saat gempa terjadi. Kadek Andana, 27 tahun, Alma Parahita, 32 tahun, dan Jeroen Hehuwat, 39 tahun, adalah tiga warga Bandung yang diduga hilang di Nepal sejak gempa sebesar 7,8 skala richter yang terjadi di sana pada Sabtu 25 April 2015 kemarin.

    Kadek dan Alma merupakan pasangan suami istri yang baru menikah pada Maret 2015 lalu. Mereka merupakan pendaki gunung professional yang tergabung dalam kelompok pecinta alam Taruna Hiking Club sejak 2007. Setelah empat tahun berpacaran, mereka memutuskan untuk menikah pada Maret 2015 lalu.

    Sedangkan Jeroen, saat ini bekerja sebagai engineer di perusahaan swasta di Ibu Kota. Alumni Institut Teknologi Bandung angkatan 1993 ini bergabung dengan THC sejak tahun 1989. Jeroen merupakan salah satu pencinta alam terbaik yang dimiliki THC. Ia telah menaklukan sejumlah gunung tinggi di dalam dan luar negeri.

    PERSIANA GALIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.