Gempa Lumajang, Warga: Dunia Bergoyang Rasanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sxc.hu

    Sxc.hu

    TEMPO.CO, Lumajang - Warga di pesisir pantai selatan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, merasakan guncangan gempa, Jumat 1 Mei 2015. Rasa was-was bencana tsunami sempat menyelimuti warga di sekitar tempat pelelangan ikan (TPI) Desa Bulurejo, Kecamatan Tempursari, itu.

    Samsul, tokoh masyarakat Tempursari, mengatakan getaran gempa terasa sekitar pukul 09.45. Ketika terjadi gempa, dirinya sedang berada di TPI di pinggir pantai. "Dunua seperti bergoyang rasanya," kata Samsul. Saat itu, kata Samsul, banyak warga yang juga sedang berada di pantai.

    Warga langsung mengecek apakah air laut menjadi surut seketika atau tidak. "Warga waspada dengan ancaman tsunami," katanya. Namun hingga agak lama kemudian, tidak ada perubahan pada gelombang air laut. "Warga lega karena tidak ada tanda-tanda yang mirip gejala tsunami," katanya lagi.

    Warga Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, merasakan gempa serupa. Gempa semakin nyata lewat kaca-kaca jendela yang bergetar. "Warga panik dan semburat keluar dari rumahnya masing-masing," ujar Lutfiati, warga desa setempat.

    Menurut Lutfiati, gempa terasa hingga dua kali. Getaran yang kedua dirasa lebih kuat dibandingkan yang pertama. "Antara getaran gempa yang pertama dengan kedua hanya selisih satu menit saja."

    Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Hendro Wahyono membenarkan ihwal gempa tersebut. Hendro mengatakan, gempa terjadi 155 kilometer sebelah Tenggara Kabupaten Malang di kedalaman 103 kilometer.

    Gempa berkekuatan 5,2 skala Richter itu berada di koordinat 9.60 Lintang Selatan, 112.87 Bujur Timur. Hendro menambahkan, pihaknya tidak menerima laporan ihwal dampak terjadinya gempa ini. "Tidak ada laporan kerusakan yang terjadi akibat gempa ini," katanya.

    Ada lima kecamatan yang termasuk rawan Tsunami di Kabupaten Lumajang. Kelima Kecamatan itu antara lain, Yosowilangun, Kunir, Tempeh, Pasirian dan Tempursari. Terhadap warga di lima kecamatan ini, Hendro mengklaim, pihaknya sudah membekali pengetahuan ihwal tsunami.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.