Ridwan Kamil Push Up Dua Penginjak Bangku Taman KAA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fadil Simeray, warga yang ketahuan naik kursi dan dianggap ikut melakukan perusakan fasilitas publik. Melakukan push up di depan Walikota Bandung, Ridwan Kamil di Pendopo, Bandung, Jawa Barat, 1 Mei 2015. Mereka datang meminta maaf kepada Ridwan Kamil dan menerima hukuman push up 60 kali. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Fadil Simeray, warga yang ketahuan naik kursi dan dianggap ikut melakukan perusakan fasilitas publik. Melakukan push up di depan Walikota Bandung, Ridwan Kamil di Pendopo, Bandung, Jawa Barat, 1 Mei 2015. Mereka datang meminta maaf kepada Ridwan Kamil dan menerima hukuman push up 60 kali. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil siang tadi menjatuhkan hukuman pushup dua orang yang kedapatan merusak fasiitas umum pasca Konferensi Asia Afrika ke-60 di Bandung. Ridwan Kamil mengatakan, hukuman tersebut dilakukan untuk membuat mereka jera.

    “Kami sebenarnya baru menemukan tiga orang. Seorang lagi yang sedang kami cari, adalah sepasang kekasih yang mencabut nama negara di monumen KAA,” ujar Ridwan Kamil saat ditemui wartawan di Pendopo Agung Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Bandung. Kedua orang itu adalah seorang musisi di Bandung, Fadillah Simerai, dan fotografer keliling, Kusnadi.

    Mereka berdua diminta untuk push up di halaman rumah dinas Wali Kota Bandung. “Masing-masing kami push up 60 kali,” ujar Ridwan Kamil. Menurut pantauan Tempo, Fadillah dan Kusnandi sama-sama tak bisa menuntaskan hukuman mereka sekaligus. Mereka beristirahat di hitungan ke-30, mengobrol, dan kembali melanjutkan hukuman mereka sampai hitungan ke-60.

    Fadillah mendatangi Pendopo Agung Kota Bandung setelah mengakui perbuatannya. Dia mengaku telah menginjak kursi taman dan mempostingnya di akun media sosial Instagram. Kusnadi pun mengakui hal serupa. Menurut dia, menginjak kursi taman dilakukannya untuk mendapatkan posisi tinggi dalam pengambilang gambar melalui kameranya.

    Sebelumnya, sejumlah fasilitas di kawasan Gedung Merdeka mengalami kerusakan pasca Karnaval Asia Afrika yang digelar pada Sabtu 25 April 2015. Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan Kota Bandung, Arief Prasetya, mengatakan Pemkot Bandung sudah menginventarisir kerusakan di sana.

    “Banyak pot besar yang rusak. Potnya enggak masalah, tapi tanamannya habis semua,” kata dia, saat dihubungi Tempo, Senin, 27 April 2015. Pot-poy yang rusak itu terletak di sekitar Hotel Savoy Homan sampai Kantor PLN, Jalan Asia Afrika, Bandung. Menurut catatannya, ebanyak 20 pot tanaman rusak, 3 kursi model klasik patah, sebuah kursi picnic table patah, dan 2 bola batu 9 ditemukan sudah bergeser dari tempat semula.

    Dia menjelaskan, lokasi pot rusak terbanyak ditemukan di depan Gedung Merdeka. Sementara untuk kursi yang patah berada di empat tempat yang berbeda. Di antaranya, depan Gedung Merdeka, depan kantor Pikiran Rakyat, dan sekitar Kantor BNI. “Saya juga heran picnic table itu bisa patah. Padahal untuk mengangkat kursi itu butuh enam orang,” ujar dia.

    Arief mengatakan Pemkot Bandung sudah melakukan sejumlah perbaikan. Kursi yang patah sudah diganti dengan kursi cadagan yang telah disiapkan sebelumnya.

    Namun untuk tanaman yang rusak, Pemkot Bandung mesti menghubungi pemberi hibah. “Karena ini belum diserahterima kepada Pemkot, siapa tahu pemberi hibah mau kasih lagi,” ujar dia.

    PERSIANA GALIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.