May Day, Buruh di Bandung Tuntut Gaji Rp 4-5 Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Serikat Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (SBTPI), memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di depan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 1 May 2015. TEMPO/Subekti

    Serikat Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (SBTPI), memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di depan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 1 May 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bandung -Ratusan buruh menggelar aksi di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. Dalam aksi yang digelar bertepatan hari buruh itu, mereka mengajukan sejumlah tuntutan.

    Asep Salim, Ketua Gabungan Organisasi Buruh Seluruh Indonesia mengatakan pihaknya menuntut kenaikan upah. Mereka mendesak pemerintah merevisi Undang-undang Perburuhan No. 13 tahun 2003.

    "Kami minta upah buruh dinaikkan. Upah buruh yang sekarang ga cukup buat hidup sehari-hari, minimal Rp 4-5 juta per bulanlah. Kalo hanya 2 juta nggak bisa mensejahterakan buruh," kata Asep, Jumat, 1 Mei 2015

    Selama unjuk rasa berlangsung, ratusan polisi bersiaga di depan gedung sate membuat barikade . Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dan tidak menimbulkan kemacetan.

    "Kami ingin menyampaikan aspirasi secara sopan tanpa harus membuat kerusuhan. Yang penting aspirasi kami di dengar," ujar Ferdi, salah satu pengunjuk rasa.

    Para buruh hanya melakukan beberapa orasi sambil mengibarkan bendera GOBSI dan bendera merah putih diiringi lagu Indonesia Raya.

    Menurut Asep, mereka juga berencana mendirikan Partai Buruh yang anggotanya merupakan para buruh di seluruh Indonesia. "Jangan salahkan kami, kalau kami tidak di hiraukan maka akan mendirikan partai buruh. Dari tahun.ke tahun tidak ada perubahan yang berarti maka kami akan membuat gebrakan," ujar Asep.

    DWI RENJANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.