Selfie di Atas Bangku, Pria Ini Dihukum Mengepel Jalan Braga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bangku taman bolong di depan Gedung Merdeka, termasuk hilangnya logam nama negara peserta KAA di monumen Asia Afrika, akibat minimnya kedisiplinan dan kurangnya wawasan lingkungan para pengunjung. Bandung, 27 April 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Bangku taman bolong di depan Gedung Merdeka, termasuk hilangnya logam nama negara peserta KAA di monumen Asia Afrika, akibat minimnya kedisiplinan dan kurangnya wawasan lingkungan para pengunjung. Bandung, 27 April 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil kecewa dengan rusaknya sejumlah fasilitas yang dibangun untuk mendukung peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika. Bangku taman patah, bola yang berisi nama-nama negara menggelinding, dan pot bunga yang berantakan.

    Kekecewaan juga diungkapkan netizen yang ramai-ramai mengunggah foto pelaku pengrusakan fasilitas tersebut. Di antaranya foto pria yang berdiri di atas bangku taman, pengendara motor yang nekat naik ke trotoar, dan lain-lain.

    Salah seorang yang kedapatan berdiri di atas bangku taman adalah Fadillah Simeray. Dia sempat mengunggah fotonya di atas kursi taman di sekitar lokasi perayaan KAA di Bandung.

    Melalui akun Twitternya, @fadillahsimeray, ia meminta maaf kepada warga Bandung. Dia menulis permohonan maaf dalam selembar surat yang fotonya diunggah ke Twitter.

    Sebagai bentuk permohonan maafnya, Fadillah bersedia mengepel Jalan Braga. "Saya bersedia ngepel jl.braga untuk menebus kesalahan yg sdh saya perbuat pak. kira2 kapan saya harus mulai pel jl.braga pak? @ridwankamil," cuit Fadillah melalui Twitter.

    Berdasarkan pantauan Tempo, kaki sejumlah bangku taman berwarna merah di Jalan Cikapundung Timur patah diinjak khalayak. Tak hanya itu, bola-bola nama negara Asia Afrika yang dipajang di sepanjang Jalan Asia Afrika terguling. Beberapa nama negara terlihat miring, karena dudukan batu yang tak kuat. Selain itu, bendera tiap negara sebesar kartu remi yang ditancapkan di atas bola pun hilang dicabut warga.

    Menurut Ridwan Kamil, pihaknya akan mengganti kaki bangku-bangku tersebut agar tak mudah ambruk. Bendera-bendera kecil yang ditancapkan di atas batu akan diganti pula dengan bentuk yang lebih bagus.

    Ridwan Kamil akan membuat dudukan bendera lebih kuat, agar tak mudah dicabut. Selain itu, ujung bendera akan dibuat tajam agar warga tak duduk dan menginjak bendera tersebut.

    DRC | PERSIANA GALIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.