Selasa, 17 September 2019

Sidak WNA di Bali, Warga Australia Salah Gunakan Visa Turis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cyber crime dan imigrasi Cina. Istimewa

    Ilustrasi cyber crime dan imigrasi Cina. Istimewa

    TEMPO.COJakarta - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Denpasar menggelar inspeksi mendadak keberadaan warga negara asing (WNA) di Sanur, Bali, Rabu, 29 April 2015. Hasilnya, satu warga Australia ketahuan membuka usaha kafe minuman.

    Warga Australia bernama Cynthia Leuisa Pisera itu tinggal di Jalan Batur Sari dan hanya memiliki visa turis. Kepada petugas, Cynthia mengaku telah membuka usaha selama tiga tahun dan sudah memiliki sepuluh pekerja. Hendra Sudarsa dari Imigrasi Denpasar menyebut paspor Cynthia di bawa ke Kantor Imigrasi untuk diproses. “Kami proses dulu penyalahgunaan visa ini. Nanti, kalau sudah pasti berapa lama melakukan usaha baru, ada tindakan,” ujarnya.

    Selain Cynthia, tim gabungan yang dipimpin Kasi Ketahanan Seni, Budaya, Agama, dan Kepercayaan Kesbangpol I.B. Andika Putra mendapati beberapa pintu vila kediaman WNA tertutup rapat sehingga menyulitkan petugas melakukan pendataan.

    Namun tim berhasil mendapati Richard James Conley asal Amerika yang ternyata belum mengurus administrasi di kantor desa setempat dan hanya mengurus di Imigrasi Ngurah Rai. Ada juga Johanes Hermannus, WNA asal Belanda, yang menempati vila di Gang Jempiring. Dia memiliki kelengkapan surat-surat berkaitan dengan paspor dan kartu izin tinggal terbatas tapi belum melapor pada aparat desa setempat.

    Andika menuturkan sidak ini rutin digelar di empat kecamatan di Kota Denpasar. “Kali ini, kami menyasar WNA yang berkediaman di kawasan wisata Sanur,” ujarnya. Dia juga mengharapkan aparat desa dapat melakukan pendataan serta melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Kesbangpol yang nantinya dapat menindaklanjuti keberadaan WNA di masing-masing desa.

    "Walaupun sebagai wisatawan, WNA yang tinggal lebih dari 1 x 24 jam di suatu wilayah harus melaporkan diri kepada aparat di desa/kelurahan sehingga tidak dianggap sebagai penduduk ilegal," kata Suparma. 

    ROFIQI HASAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.