Rabu, 21 November 2018

Indonesia Kirim 6 Ton Bantuan ke Nepal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para korban gempa diterbangkan ke India saat misi penyelamatan tengah malam di Kathmandu, Nepal, 29 April 2015. Gempa ini menewaskan sedikitnya 4.300 orang dan menghancurkan lebih dari 180 bangunan di Kathmandu. AP/ Altaf Qadri

    Para korban gempa diterbangkan ke India saat misi penyelamatan tengah malam di Kathmandu, Nepal, 29 April 2015. Gempa ini menewaskan sedikitnya 4.300 orang dan menghancurkan lebih dari 180 bangunan di Kathmandu. AP/ Altaf Qadri

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah Indonesia mengirim tim pertama bantuan kemanusiaan untuk korban gempa Nepal hari ini, Rabu, 29 April 2015. Tim ini akan berangkat pada 16.00 dari Halim Perdanakusuma dengan pesawat B 737-400 milik TNI AU.

    "Selain membawa bantuan logistik, kami juga akan bantu evakuasi WNI di Nepal," kata Wakil Direktur Perlindungan WNI Krishna Djelani melalui siaran pers yang diterima Tempo, Rabu. Pesawat itu akan transit di Dhaka, Bangladesh, dan dijadwalkan tiba di Kathmandu pada Kamis dinihari, 30 April 2015.

    Tim yang dipimpin Krishna ini akan membawa 6 ton kebutuhan paling mendesak yang dibutuhkan korban gempa, seperti tenda rumah sakit, peralatan operasi, tenda pengungsi, peralatan medis, makanan siap saji, dan obat-obatan. Selain itu, bantuan jasa juga diberikan pemerintah dengan mengirim 17 dokter dan tenaga medis, gabungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Polri.

    Tim ini nantinya akan disusul tim bantuan tahap kedua dan ketiga dalam beberapa hari ke depan. Indonesia tak punya perwakilan duta besar di Nepal. Karena itu, Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh, Iwan Wiranataatmadja, diperintahkan bersiaga di Kathmandu untuk menyambut tim dari Indonesia.

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan melepas keberangkatan tim ini. Adapun pesawat yang digunakan adalah bantuan langsung dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko kepada Kementerian Luar Negeri. "Saya telah berkoordinasi dengan pemerintah Nepal untuk menyampaikan misi kemanusiaan sebagai bentuk solidaritas ini," ucap Khrisna.

    Gempa berkekuatan 7,8 skala Richter mengguncang Nepal pada Sabtu, 25 April 2015. Hampir 5.000 orang meninggal dunia akibat peristiwa itu. Korban yang selamat saat ini kekurangan bahan-bahan logistik di pengungsian.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.