Selasa, 16 Oktober 2018

Komnas Perempuan Minta Jokowi Tunda Eksekusi Mary Jane

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan aktivis yang tergabung dalam komunitas buruh migran berdoa bersama dengan memegang poster terpidana hukuman mati Mary Jane di depan Istana Merdeka, Jakarta, 27 April 2015 malam. Buurh asal Filipina, Mary Jane akan dihhukum mati terkait kasus narkoba. TEMPO/Imam Sukamto

    Puluhan aktivis yang tergabung dalam komunitas buruh migran berdoa bersama dengan memegang poster terpidana hukuman mati Mary Jane di depan Istana Merdeka, Jakarta, 27 April 2015 malam. Buurh asal Filipina, Mary Jane akan dihhukum mati terkait kasus narkoba. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Komisi Nasional Perempuan meminta Presiden Joko Widodo menunda eksekusi hukuman mati terhadap Mary Jane Fiesta Veloso atas dasar penyerahan diri Maria Kristia Sergio kepada polisi Filipina. Komisi menilai pelaksanaan eksekusi yang terburu-buru bisa merusak martabat bangsa yang menganut asas keadilan.

    “Sebab, jika Mary Jane terbukti merupakan korban perdagangan manusia, ia tak bisa dipidanakan,” kata Ketua Komnas Perempuan Yuniyanti Chuzaifah saat dihubungi Tempo, Selasa, 28 April 2015.

    Namun Yuni meminta tim kepresidenan memastikan informasi ihwal Maria Kristina. Dikabarkan, pada pukul 10 pagi Selasa ini, Maria menyerahkan diri kepada polisi Filipina karena merasa takut setelah namanya disebut-sebut merancang Mary Jane masuk ke Indonesia.

    Mary Jane merupakan buruh migran yang diduga direkrut Maria Kristina. Dia akan menjalani eksekusi hukuman mati dalam beberapa hari ini, karena sebelumnya dihukum bersalah membawa 2,6 kilogram heroin di dalam koper saat tiba di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, pada 2010.

    Sejumlah aktivis menuntut pembatalan hukuman mati terhadap Mary Jane karena meyakini wanita 31 tahun itu cuma korban sindikat narkoba yang menggunakannya sebagai kurir untuk mengantar barang—yang ternyata barang itu adalah narkoba.

    Menurut Yuni, Presiden harus ekstra hati-hati terhadap pelaksanaan eksekusi hukuman mati Mary Jane. Yuni khawatir Indonesia dicap sebagai negara yang mengeksekusi orang tak bersalah. “Setelah dihukum mati, Mary Jane tak bisa dihidupkan lagi seumpama di kemudian hari ketahuan kalau ia cuma korban,” ujarnya.

    MUHAMAD RIZKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    David Platt di FIFA 1993 hingga Cristiano Ronaldo di FIFA 19

    Inilah deretan cover permainan EA Sport FIFA 1993 yang bersampul David Platt hingga FIFA 19 yang dibungkus gambar Cristiano Ronaldo.