Jalan Asia Afrika Bandung Bakal Bebas Mobil, Asalkan...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kumuh di sekitar Gedung Merdeka, akibat banyaknya sampah yang berjatuhan di sekitar trotar. Bandung, 27 April 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Suasana kumuh di sekitar Gedung Merdeka, akibat banyaknya sampah yang berjatuhan di sekitar trotar. Bandung, 27 April 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Kota Bandung saat ini tengah merumuskan konsep Car Free Night atau malam bebas kendaraan bermotor di Jalan Asia Afrika, Bandung. Hal tersebut dilakukan setelah Pemkot melihat animo masyarakat pada kawasan tersebut.

    “Akan kami tes setelah berkoordinasi dengan kepolisan. Paling cepat akhir Mei kami uji,” kata Ridwan Kamil saat ditemui di Hotel Savoy Homan, Jalan Asia Afrika, Bandung, Senin, 27 April 2015.

    Ridwan Kamil kaget setelah melihat keinginan warga Bandung untuk mengunjungi lokasi dengan banyak bangunan tua itu.

    Berdasarkan pantauan Tempo, Jalan Asia Afrika selalu penuh dikunjungi orang setelah pemerintah gembar-gembor memperbaiki kawasan tersebut untuk menyambut Konferensi Asia Afrika ke-60 dua bulan lalu. Namun, kawasan tersebut masih ramai pengunjung bahkan setelah KAA ke-60 usai. Hingga siang tadi, masih banyak warga yang berfoto di sekitar Gedung Merdeka.

    Menurut Ridwan Kamil, pengujian Car Free Night tersebut dilakukan untuk mengetahui kebiasaan warga Bandung dalam membuang sampah. “Warga Bandung harus janji tidak akan bikin kotor Jalan Asia Afrika. Kalau setelah diuji ternyata kotor, maka Car Free Night enggak akan dilanjutkan,” kata Ridwan Kamil.

    Ridwan Kamil menjelaskan, usulan menjadikan Jalan Asia Afrika sebagai kawasan bebas kendaraan berawal dari ide Kepala Polisi Daerah Jawa Barat, Inspektur Jenderal M. Iriawan. “Pak Kapolda malah yang mengusulkan Car Free Night, soalnya ini keren. Lebih romantis kalau malam,” ujar Ridwan Kamil.

    Namun, menurut Ridwan Kamil, keramaian di kawasan tersebut mengancam perawatan fasilitas kota. Menurut pantauan Tempo setelah rangkaian KAA ke-60 usia, sejumlah fasilitas publik rusak. Kaki sejumlah bangku taman berwarna merah di Jalan Cikapundung Timur patah. Bangku berbahan besi itu patah setelah diinjak oleh warga yang berkumpul di daerah tersebut beberapa hari lalu. Emil menjelaskan, selanjutnya kaki bangku-bangku itu akan diperkuat agar tak mudah ambruk.

    Tak hanya itu, bola-bola nama negara Asia Afrika yang dipajang di sepanjang Jalan Asia Afrika terguling. Beberapa nama negara terlihat miring, karena dudukan batu yang tak kuat. Selain itu, bendera tiap negara sebesar kartu remi yang ditancapkan di atas bola pun hilang dicabut warga.

    Ke depannya, bendera-bendera kecil yang ditancapkan di atas batu akan diganti dengan bentuk yang lebih bagus. Emil akan membuat dudukan bendera lebih kuat, agar tak mudah dicabut. Selain itu, ujung bendera pun akan dibuat tajam agar warga tak duduk dan menginjak bendera tersebut.

    PERSIANA GALIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.