Bandung Perbaiki Fasilitas KAA yang Dirusak Publik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung, Ridwan Kamil. ANTARA/aacc2015/Widodo S. Jusuf

    Walikota Bandung, Ridwan Kamil. ANTARA/aacc2015/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Bandung- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan infrastruktur pasca acara peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 akan diperbaiki secepatnya. Menurut dia, kerusakan yang terjadi sejak Sabtu lalu sudah diperbaiki mulai kemarin.

    “Kemarin baru saya telepon Dinas Pemakaman dan Taman Kota Bandung untuk mengganti bunga-bunga di sepanjang Jalan Asia Afrika,” ujar dia saat ditemui Tempo di Hotel Savoy Homan, Jalan Asia Afrika, Bandung, Senin, 27 April 2015.

    Ridwan Kamil mengaku sudah memperkirakan hal tersebut. Setiap acara besar di jalan raya, kata dia, pasti menimbulkan kerusakan fasilitas publik. “Dari awal saya sudah memperkirakan adanya kerusakan 10 persen dari total fasilitas publik,” ujar Emil. Meski demikian, hingga saat ini dia belum dapat memastikan besarnya kerusakan itu.

    Menurut pantauan Tempo, sejumlah fasilitas publik rusak setelah acara Karnaval Asia-Afrika pada Sabtu, 25 April 2015. Kaki sejumlah bangku taman berwarna merah di Jalan Cikapundung Timur patah. Bangku berbahan besi itu patah setelah diinjak oleh warga yang berkumpul di daerah tersebut beberapa hari lalu. Ridwan Kamil menjelaskan, kaki bangku-bangku itu akan diperkuat agar tak mudah ambruk.

    Tak hanya itu, bola-bola nama negara Asia Afrika yang dipajang di sepanjang Jalan Asia Afrika terguling. Beberapa nama negara terlihat miring karena dudukan batu yang tak kuat. Selain itu, bendera tiap negara sebesar kartu remi yang ditancapkan di atas bola pun hilang dicabut warga. “Saya belum bisa memastikan itu warga Bandung atau bukan. Yang datang ke acara kemarin itu warga dari semua daerah,” kata  Ridwan Kamil.

    Ridwan Kamil berencana, bendera-bendera kecil yang ditancapkan di atas batu akan diganti dengan bentuk yang lebih bagus. Ia akan membuat dudukan bendera lebih kuat, agar tak mudah dicabut. Selain itu, ujung bendera pun akan dibuat tajam agar warga tak duduk dan menginjak bendera tersebut.

    Setelah diperbaiki, Pemerintah Kota Bandung akan menempatkan personel Satuan Polisi Pamong Praja untuk mengawasi kawasan tersebut. Sebelumnya, Satpol PP Bandung merawat infrastruktur di Taman Alun-alun Bandung.

    PERSIANA GALIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.