Sindikat Perdagangan Trenggiling Ilegal di Medan Terbongkar  

Reporter

Editor

TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Medan - Polisi gabungan dari Markas Besar Kepolisian RI dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara dipimpin Ajun Komisaris Besar Sugeng Irianto membongkar sindikat perdagangan daging trenggiling (Manis javanica). Satwa yang dilindungi itu ditemukan polisi dalam sebuah gudang di Kompleks Pergudangan Niaga Malindo I, Kawasan Industri Medan I Mabar Belawan, Kamis petang.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Helfi Assegaf mengatakan, penggerebekan yang dilakukan tim gabungan berhasil menemukan barang bukti berupa trenggiling yang sudah dikuliti sekitar tiga ton dan sudah dikemas. Selain itu, polisi menyita 16 peti trenggiling yang sudah dikuliti tapi belum dikemas, 26 karung trenggiling rusak, serta 1 unit timbangan digital.

"Semua barang bukti satwa yang dilindungi itu ditemukan dalam gudang," kata Helfi kepada Tempo, Jumat, 24 April 2015.

Penemuan gudang perdagangan trenggiling yang dilindungi itu, kata Helfi, menambah deretan kasus perdagangan satwa yang dilindungi. Sebelumnya petugas Dinas Kehutanan pernah menggerebek tempat penampungan daging trenggiling di Kawasan Industri Medan.

Pelaku dan siapa saja yang terlibat dalam perdagangan trenggiling, ujar Helfi, akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. "Polisi akan menjerat tersangka perdagangan satwa yang dilindungi dengan Pasal 21 ayat 2 juncto Pasal 40 ayat 2 UU Nomor 5/1990," kata Helfi.

Dalam kasus perdagangan trenggiling ini, kata Helfi, penyidik menetapkan satu tersangka yakni Soemiarto Boediono Alias Abeng. "Dia akan dijerat dengan 2 UU Nomor 5/1990. Selain Aleng, polisi masih mengembangkan kasus ini," ujar Helfi.

Dari pengakuan tersangka, daging trenggiling akan dijual keluar negeri. Bahkan ada yang sampai ke Rusia.

SAHAT SIMATUPANG






Polisi Buru Komunitas Pecinta Satwa Dalam Kasus Penjualan Hewan Langka di Bekasi

28 Januari 2021

Polisi Buru Komunitas Pecinta Satwa Dalam Kasus Penjualan Hewan Langka di Bekasi

Tersangka kasus penjualan hewan langka YI mengaku mendapatkan orangutan dari temannya di komunitas pecinta satwa di media sosial.


Hewan Langka: Mirip Ikan, Ular Laut Ini Bernapas dari Dahi

26 September 2019

Hewan Langka: Mirip Ikan, Ular Laut Ini Bernapas dari Dahi

Keberadaan binatang langka atau unik, Hydrophis cyanocinctus, ular laut yang bernapas dari dahinya bernama, dipublikasikan oleh The Conversation.


Kebun Binatang Gembira Loka Terima Bulus Jumbo Langka

7 Februari 2019

Kebun Binatang Gembira Loka Terima Bulus Jumbo Langka

Seekor bulus sepanjang 1 meter dititipkan dan dirawat di Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta.


Anjingnya Mati, Wanita Ini Gugat Dokter Hewan Rp 1,3 Miliar

19 September 2018

Anjingnya Mati, Wanita Ini Gugat Dokter Hewan Rp 1,3 Miliar

Seorang wanita, Nadhila Utama, mengajukan gugatan perdata Rp 1,3 miliar terhadap dokter hewan ke Pengadilan Tangerang karena anak anjingnya mati.


Kisah Harimau Sumatera yang Mati Dibunuh Warga Mandailing Natal

6 Maret 2018

Kisah Harimau Sumatera yang Mati Dibunuh Warga Mandailing Natal

Harimau Sumatera yang mati ditombak warga di Mandailling Natal ternyata sudah tak utuh lagi. Beberapa bagian tubuh Harimau Sumatera itu hilang.


Diburu di Tasikmalaya, Aktivis Bebaskan Kukang Jawa Hasil Rehab

28 Januari 2018

Diburu di Tasikmalaya, Aktivis Bebaskan Kukang Jawa Hasil Rehab

Pada peringatan Hari Primata Indonesia, IAR akan melepasliarkan 15 ekor kukang jawa di Gunung Sawal, pada Selasa 30 Januari 2018.


Nelayan Temukan Lumba-lumba Langka Berkepala Dua

7 Juli 2017

Nelayan Temukan Lumba-lumba Langka Berkepala Dua

Sekelompok nelayan menemukan bayi porpoise (mamalia mirip lumba-lumba) berkepala dua.


Bayi Lutung Perak Ini Bakal Jadi Pusat Perhatian Baru di Ragunan

26 Juni 2017

Bayi Lutung Perak Ini Bakal Jadi Pusat Perhatian Baru di Ragunan

Bayi lutung perak berusia 1 bulan ini masih disusui induknya dan bakal berubah warna dalam setahun.


30 Kukang Hasil Sitaan Dibebaskan di Gunung Ciremai

11 Mei 2017

30 Kukang Hasil Sitaan Dibebaskan di Gunung Ciremai

Sebanyak 30 kukang hasil sitaan dari pedagang online akhirnya dikembalikan ke alam liar BBKSDA wilayah Jawa Barat di Taman Nasional Gunung Ciremai.


Anak Gajah Itu Menunggui Mayat Induknya, Mati Karena Diracun?

22 April 2017

Anak Gajah Itu Menunggui Mayat Induknya, Mati Karena Diracun?

Gajah betina mati di pinggir sungai, sementara anaknya yang berumur sekitar tiga tahun berada di samping induknya. Tim BKSDA seilidi penyebab kematian