Kutbah Jumat, Aher Ajak Negara Asia-Afrika Bersatu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelinci angora Emilson sebelum dan sesudah dipotong bulunya di sebuah peternakan, di Austria. Setiap satu ekor kelinci yang bulunya dipotong menghasilkan 300 gram benang wol.  REUTERS/Heinz-Peter Bader

    Kelinci angora Emilson sebelum dan sesudah dipotong bulunya di sebuah peternakan, di Austria. Setiap satu ekor kelinci yang bulunya dipotong menghasilkan 300 gram benang wol. REUTERS/Heinz-Peter Bader

    TEMPO.CO, BANDUNG -  Ribuan orang dari dalam dan luar Kota Bandung mengikuti salat Jumat spesial di Masjid Raya Bandung. Disebut spesial karena mereka salat  bersama Presiden Joko Widodo dan delegasi Konferensi Asia Afrika, 24 April 2015. Sebelum masuk masjid, warga diperiksa dua lapis, di jalan dan di teras masjid. Beberapa barang seperti bolpoin, pisau cukur, cutter, korek api, menjadi barang sitaan petugas keamanan.

    Tempo yang ikut masuk bersama warga, diperiksa barikade petugas kepolisian di Jalan Dewi Sartika, sekitar 100 meter dari masjid. Petugas meminta warga menunjukkan kartu tanda penduduk, isi tas kemudian diperiksa. Setelah sampai di teras masjid sisi selatan, jamaah tidak bisa langsung melenggang masuk untuk berwudu di lantai bawah.

    Petugas minta semua orang yang membawa tas dan sepatu menitipkannya ke petugas masjid di loket penitipan barang. Barang yang tak tertampung di rak, dititipkan dengan dibungkus plastik sambil diberi nomor di sisi pintu masuk masjid. "Semua akses jamaah hanya bisa dari pintu dekat Jalan Dalem Kaum," kata Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Raya Bandung, Tjetje Subrata kepada Tempo sebelum pelaksanaan salat.

    Setelah barang bawaan disimpan, jamaah kemudian diperiksa kembali dengan pintu pendeteksi metal dan pemeriksaan tubuh oleh petugas keamanan. Setelah lolos, jamaah bisa berwudlu di lantai bawah lalu naik ke lantai ruang salat. Sebagian jamaah masuk ke dalam masjid lama, lainnya memilih di ruang masjid baru hasil perluasan bangunan. Menurut Tjetje, total jamaah yang memenuhi masjid mencapai 16 ribu orang, sebanyak 5 shaf (baris) terdepan dikhususkan bagi tamu negara dan barikade petugas keamanan.

    Pukul 11.15, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berjalan memasuki masjid dari pintu utama sisi timur, diikuti Presiden Joko Widodo. Karpet merah tebal terbentang untuk akses orang penting tersebut hingga ke pintu masjid. Kedua sisi karpet dijaga petugas keamanan sambil duduk bersila dengan pakaian baju koko putih, pantalon dan kopiah hitam yang menutupi rambut pendek mereka.

    Jemaah hanya melihat ke arah Jokowi tanpa menyapa, sebagian memotret dengan kamera telepon seluler. Anggota delegasi satu per satu memasuki masjid. Setelah pemukulan bedug dan azan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan alias Aher tampil di mimbar menjadi khatib.

    Setelah membuka dengan bahasa Arab, Aher melanjutkan kutbahnya dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Menurutnya, manusia harus bersatu dalam kehidupan. "Seluruh manusia adalah umat yang satu," katanya yang disambung dengan petikan ayat Alquran. Karena itu, ia mengajak bangsa Asia dan Afrika untuk bersatu.

    "Seluruh negara Asia-Afrika telah merdeka kecuali Palestina yang masih berjuang. Adalah kewajiban kemanusiaan bangsa Asia dan Afrika untuk mendorong kemerdekaan Palestina," ujarnya.

    Ceramah itu lebih singkat lima menit dari jatah 20 menit sesuai susunan acara salat. Setelah salat dan satu per satu tamu peserta konferensi berjalan meninggalkan masjid, jemaah berdesakan ingin merekam dengan perangkat komunikasi seperti telepon dan komputer tablet.

    Pasukan keamanan berbaju koko sigap bangkit dan menjadi pagar hidup menahan warga tidak sampai masuk ke akses berkarpet merah. Suasana yang tadinya senyap menjadi riuh dengan teriakan-teriakan jamaah dekat pintu masuk. Pekik Palestina merdeka bergema.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.