Musik Angklung Dipertunjukkan di Depan Kepala Negara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 20.000 orang memainkan lagu We Are The World menggunakan angklung secara massal di Stadion Siliwangi, Bandung, 23 April 2015. Acara ini bagian dari peringatan KAA hasil kerjasama Panitia dengan Saung Angklung Udjo. TEMPO/Prima Mulia

    20.000 orang memainkan lagu We Are The World menggunakan angklung secara massal di Stadion Siliwangi, Bandung, 23 April 2015. Acara ini bagian dari peringatan KAA hasil kerjasama Panitia dengan Saung Angklung Udjo. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBandung - Permainan alat musik tradisional khas Jawa Barat, angklung, dipertunjukkan di hadapan para pemimpin negara dan delegasi peserta Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika di Gedung Merdeka, Bandung. Di antara pemimpin negara yang menikmati sajian musik bambu tersebut adalah Perdana Menteri Malaysia Nazib Razak beserta sang istri dan Presiden Cina Xi Jinping.

    Permainan angklung yang ditampilkan grup Saung Angklung Udjo, yang berkolaborasi dengan tim Paduan Suara Universitas Padjadjaran, memainkan lagu Halo-Halo Bandung. Pantauan Tempo dari ruang media center Hotel Ibis, para tamu negara tampak menikmati lagu yang berdurasi kurang dari empat menit tersebut.

    Permainan angklung itu termasuk dalam rangkaian perayaan puncak KAA di Gedung Merdeka, Bandung. Sebelum para tamu disuguhi permainan angklung, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil membacakan Dasasila Bandung di hadapan para peserta.

    Agenda para delegasi dan pemimpin negara peserta KAA dimulai sekitar pukul 09.20 dengan kegiatan Historical Walk. Para peserta KAA berjalan kaki dari Hotel Savoy Homann menuju Gedung Merdeka. Sesampainya di Gedung Merdeka, para peserta mendengarkan pidato dari Joko Widodo.

    Setelah itu, acara dilanjutkan dengan salat Jumat di Masjid Raya Bandung. Agenda ditutup dengan jamuan makan siang di rumah Gubernur Jawa Barat di Gedung Pakuan, Bandung.

    IQBAL T. LAZUARDI S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.