Rebut Truk Kayu Ilegal, Polisi di Aceh Ditangkap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Machfoed Gembong

    TEMPO/ Machfoed Gembong

    TEMPO.COLhokseumawe - Petugas Pengamanan Hutan Kawasan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah III Aceh Kota Langsa pada Senin, 20 April 2015, pukul 01.00 menyita 4 ton kayu tanpa dokumen yang dikawal dua polisi. Namun, 12 jam kemudian, seorang polisi datang untuk mengambil paksa truk serta sebagian kayu tersebut. 

    Menurut informasi yang dikumpulkan Tempo, pada Selasa malam, 21 April 2015, polisi hutan di Kawasan Pengelolaan Hutan Wilayah III Aceh Kota Langsa membeslah truk Colt Diesel bernomor polisi BL-9054-C di Jalan Perkebunan PTPN-I Langsa. Truk berisi kayu tersebut dikawal dua polisi yang bertugas di Kepolisian Resor Aceh Tamiang.

    Kapolres Langsa AKBP Sunarya mengatakan kasus tersebut sudah ditangani Kepala Bagian Operasi (Kabaops) Polres Langsa. "Itu sudah ditangani Kabaops. Mereka memang polisi, tapi anggota kabupaten tetangga (Aceh Tamiang)," katanya kepada Tempo, Rabu, 22 April. Ia menyebutkan perilaku kedua polisi itu diduga salah. Apalagi sempat terjadi percekcokan.

    Saat penangkapan, sempat terjadi adu mulut antara anggota polisi hutan dan polisi pengawal kayu itu. Setelah kedatangan sejumlah polisi dari Polres Langsa, truk bermuatan kayu yang akhirnya diketahui tak dilengkapi dokumen itu diangkut ke kantor KPH Wilayah III sebagai barang bukti. 

    Selang 12 jam, polisi yang mengaku sebagai pemilik kayu dan truk itu datang ke kantor KPH, tempat kayu dan truk tersebut disita. Dia datang sambil marah dan meminta kunci truk kepada sejumlah anggota polisi hutan di sana. Dia datang dengan membawa senjata api.

    Setelah kunci diserahkan, polisi itu langsung menyalakan mesin truk dan membawa truk ke luar kantor KPH. Karena ugal-ugalan, truk tersebut terperosok di lorong di antara bangunan gedung KPH. "Mereka bawa senjata api, kami hanya membawa sangkur," ujar salah satu polisi hutan yang meminta namanya tidak ditulis.

    Kepala Dinas Kehutanan Aceh Husaini Syamaun mengatakan telah menerima laporan tentang kejadian itu. "Kami tidak rela dengan pengambilan paksa tersebut. Apalagi kabarnya oknum tersebut membawa-bawa nama institusi,"  ujarnya kepada Tempo

    IMRAN M.A.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.