Roesmanhadi Mengaku Pernah Dikirimi Ijazah dari IMGI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Mantan Kepala Kepolisian RI Roesmanhadi mengaku menerima kiriman ijazah ilegal dengan gelar MSc (Master of Science) pada 1999. Pada logo ijazah tertera nama American World University (AWU). Bersama ijazah itu, kata Roesmanhadi, juga dikirim toga untuk persiapan wisuda. Namun, Kepala Polri era Presiden Abdurrahman Wahid itu mengaku tidak mengenal lembaga pemberi ijazah dan tidak pernah kuliah di situ. Roesmanhadi juga mengaku tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk menerima gelar.Awal menerima ijazah tersebut, Roesmanhadi melihat adanya beberapa kejanggalan. Dalam ijazah tersebut tidak tercantum foto wisudawan (Roesmanhadi), dan stempel dari lembaga pemberi gelar. "Ejaan nama saya juga tidak benar," kata dia dalam konferensi pers di kantor pengacara miliknya, Kamis (25/8). "Nama yang seharusnya satu suku kata (Roesmanhadi) ditulis di ijazah menjadi dua suku kata (Roesman Hadi)," tuturnya menambahkan.Karena merasa identitas ijazah tersebut tidak akurat, Roesmanhadi mengaku tidak mempedulikannya. Selaku Kapolri, waktu itu dia merasa juga tidak perlu mengambil tindakan karena belum ada laporan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan. Belakangan setelah namannya santer disebut oleh beberapa media massa, Roesmanhadi menyiapkan langkah untuk menggugat Institut Manajemen Global Indonesia (IMGI). Dia menduga namanya sengaja dipakai oleh lembaga ilegal itu untuk menjadi daya tarik. "Nama saya tercemar, seolah-olah saya memakai gelar itu. Padahal itu tidak pernah saya pakai," Kata Roesmanhadi. Erwin Dariyanto

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.