Selasa, 17 September 2019

Gubernur Ini Bantu Bidan Tagih Janji Presiden Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden Joko Widodo, menyerukan PBB untk menghentikan serangan Israel ke Palestina dan berterimakasih kepada wartawan lokal dan asing dalam peliputannya di kampanye Pilpres di Jakarta, 10 Juli 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    Calon Presiden Joko Widodo, menyerukan PBB untk menghentikan serangan Israel ke Palestina dan berterimakasih kepada wartawan lokal dan asing dalam peliputannya di kampanye Pilpres di Jakarta, 10 Juli 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan akan ikut menagih janji Presiden Joko Widodo dalam kampanye pemilihan presiden 2014. “Pak Jokowi PR-nya banyak, janji politiknya banyak, suka tidak suka harus ditepati,” kata Ganjar Pranowo di Semarang, Selasa, 7 April 2015. Ganjar menerima tamu bidan yang dijanjikan Jokowi hendak diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

    Dia mengaku sudah pernah ikut menagih janji Presiden Jokowi. Janji Jokowi itu termaktub dalam kontrak politik. Pada masa kampanye pemilihan presiden, bidan bertemu Jokowi. Saat itu, kata Ganjar, Jokowi meneken kontrak politik menjanjikan bidan itu diangkat menjadi pegawai negeri sipil. “Saya disuruh para bidan ikut menagih (ke Jokowi). Langsung saya tagih,” kata Ganjar.

    Bekas anggota DPR ini langsung menelepon Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi. “Ini ada janji harus dipenuhi. Pola seleksi dan anggarannya bagaimana, ayo siapkan. Alokasikan,” ujar Ganjar.  

    Ganjar pun mengakui permintaan bidan itu tidak bisa secara cepat diwujudkan. “Presiden baru berapa bulan,” kata Ganjar. Tapi, sebagai seorang gubernur dan politikus PDIP, Ganjar berkomitmen mau ikut menagih janji Jokowi pada masa kampanye. Ganjar menyatakan akan terus mendukung Jokowi selama programnya bagus. “Yang tidak bagus kita ingatkan,” kata Ganjar.

    Menurut Ganjar, sekali-kali dirinya interupsi ke Presiden Jokowi tidaklah masalah. “Boleh dan nga apa-apa. Justru malah asyik,” kata Ganjar.

    Ganjar pun memberikan contoh lain ihwal konsep Nawa Cita milik Jokowi yang tidak masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang disusun Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. “Saya ikut diskusi di grup WA (WhatsApp). Memang ada yang nga nyantol,” ujar Ganjar.

    Maka persoalan ini juga harus diperbaiki dengan cara memasukan program di sektoral. Kuncinya ada politik anggaran dan politik legislasi. “Kalau dua ini bisa mendorong, partai mendukung penuh DPR bergerak maka Nawa Cita pasti bisa jalan,” katanya.

    Nawa Cita adalah sembilan agenda prioritas yang dijanjikan pasangan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam kampanye 2014. Dalam pemilihan presiden 2014 lalu, Ganjar termasuk juru kampanye calon presiden Joko Widodo-Kalla. Dia ikut berkeliling ke berbagai daerah mengajak pemilih mencoblos Jokowi-Kalla.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.