Uang Rp 800 Juta Gaji Pegawai Puskesmas Digondol Maling  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. thesun.co.uk

    Ilustrasi. thesun.co.uk

    TEMPO.COKendari - Brankas milik Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara dibobol maling. Brankas itu dibiarkan terbuka, sementara isinya berupa uang senilai Rp 800 juta raib. 

    Pembobolan brankas itu dilaporkan seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja bernama Tumsil Asis, 41 tahun, pada Senin malam, 6 April 2015. Saat itu dia sedang mendapat giliran tugas jaga di kantor yang berlokasi di Kecamatan Andoolo itu. 

    Menurut Tumsil, dia datang sekitar pukul 20.00 Wita lalu berkeliling di lokasi kantor untuk mengecek keamanan seperti biasa. Tumsil kemudian melihat pintu belakang ruang bendahara kantor Dinas Kesehatan telah terbuka. Saat coba mengecek ke dalam ruangan, Tumsil kaget karena menemukan brankas besi sudah kosong.

    "Saya lalu bersama teman menghubungi pihak kepolisian kalau saya menemukan ada brankas kosong," kata Tumsil, Selasa, 7 April 2015. "Saya sendiri tidak tahu kalau ada uang di dalam brankas itu."

    Penyidik di Polsek Andoolo, Brigadir Adi Santoso, membenarkan telah terjadi pencurian di kantor Dinas Kesehatan pada Senin malam. Dia menyebutkan, dari keterangan yang dihimpun, jumlah uang yang hilang dari brankas itu sebanyak Rp 800 juta. 

    Uang sebanyak itu rencananya didistribusikan untuk pembayaran gaji para pegawai Dinas Kesehatan di 23 puskesmas yang ada di Konsel. "Diperkirakan kebobolan sebanyak Rp 800 jutaan," kata Adi.

    Kepala Dinas Kesehatan Konsel Dian Hayati mengatakan pihaknya juga telah melaporkan kejadian tersebut ke Markas Polres Andoolo dengan harapan kasus tersebut segera ditangani. "Untuk selanjutnya silakan ditanyakan ke Polres Konsel," katanya saat dihubungi.

    ROSNIAWANTY FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?