Minggu, 15 September 2019

Museum Kota Surabaya, Risma Hidupkan Sejarah Bunker  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya Tri Rismaharini, saat konferensi pers pembayaran asuransi korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 di kantor OJK, Jakarta, 9 Januari 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Walikota Surabaya Tri Rismaharini, saat konferensi pers pembayaran asuransi korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 di kantor OJK, Jakarta, 9 Januari 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO , Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menargetkan Surabaya memiliki Museum Kota pada 1 Mei 2015. "Nanti 1 Mei saya berharap sudah jadi," kata Risma kepada wartawan setelah bertemu dengan Dewan Kesenian Surabaya di Ruang Sidang Wali Kota Surabaya, Senin 6 April 2015.

    Museum Kota itu rencananya berlokasi Gedung Siola, Jalan Tunjungan. Nantinya museum itu digunakan untuk menyimpan benda-benda sejarah Surabaya. Risma juga mengajak semua orang yang mempunyai dokumentasi sejarah tentang Surabaya untuk disumbangkan ke museum.

    Sama seperti yang dilakukan pada Tugu Pahlawan. Dulu, kata Risma, Museum Tugu Pahlawan sempat kosong. Belakangan banyak yang tertarik untuk menyumbangkan sejumlah barang bersejarah. Di Museum Kota Surabaya, Risma berharap ada berbagai macam bentuk benda. Misalnya seperti bemo, becak atau sepeda kuno.

    Keberadaan museum itu diharapkan Risma bisa menjadi tempat aktualisasi perkembangan kota. "Di Surabaya, banyak sekali bunker. Nanti dihidupkan satu-satu," kata Risma sembari menambahkan bahwa belum mengetahui jumlah anggaran untuk proyek ini. Risma yakin tidak terlalu memerlukan anggaran yang sangat besar.

    Gedung Siola juga akan dijadikan tempat pertemuan seniman dan budayawan. Para artis jalanan juga bisa menampilkan pertunjukan masing-masing, mulai dari musik, melukis maupun seni lainnya. Dengan begitu, Risma berharap kawasan Tunjungan kembali ramai dan hidup. "Sekarang kan Jalan Tunjungan hanya lewatan. Nanti kalau ada crowded, orang pada datang dan menghidupkan sekitarnya."

    Ide menghidupkan Gedung Siola dan menjadikannya sebagai Museum Kota disambut baik oleh budayawan, seniman dan sastrawan Surabaya. Penulis buku Soerabaia Tempoe Doeloe Dukut Imam Widodo mengatakan Surabaya memang belum mempunyai museum yang bercirikhas Surabaya. "Ini gagasan yang luar bisa," kata Dukut.

    AGITA SUKMA LISTYANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.