Rabu, 14 November 2018

Tak Sabar Menjajal Jalan Tol Cikampek-Palimanan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proyek pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan, Cirebon, Jawa Barat. 15 Juli 2014. Proyek tol sepanjang 116 km ini untuk  mengurangi beban di ruas Pantura, khususnya di Cirebon. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Proyek pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan, Cirebon, Jawa Barat. 15 Juli 2014. Proyek tol sepanjang 116 km ini untuk mengurangi beban di ruas Pantura, khususnya di Cirebon. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, INDRAMAYU - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) akan menguji kelayakan ruas tol Cikampek-Palimanan (Cipali) mulai pekan depan. “Supaya awal Juni bisa dipakai," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di lokasi pekerjaan tol, di Cikopo, Karawang, Jawa Barat, 4 April. (Baca: Ramadan, Jalan Tol Cikampek-Palimanan Sudah Bisa Dilalui)

    Saat ini pekerjaan fisik jalan tol sepanjang 116 kilometer, yang menghubungkan tol Cikampek dengan Palimanan tersebut telah mencapai 92 persen. Menteri Basuki berharap ruas tol ini dapat beroperasi sebelum arus mudik Lebaran tahun ini. PT Lintas Marga Sedaya selaku investor tol punya waktu dua bulan lagi untuk mengejar target itu. (Baca: Via Jalan Tol, Waktu Tempuh Cikampek-Palimanan Hanya 1,5 Jam)

    Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Abdul Gani Gazali mengungkapkan, uji kelayakan tol yang terdiri atas enam seksi itu akan dimulai dari ruas Sumberjaya-Palimanan, Subang-Cikedung, dan ruas Kalijati-Subang. Ruas-ruas tol tersebut harus masuk kategori layak fungsi sebelum digunakan untuk publik.

    Layak fungsi yang dimaksudkan di antaranya meliputi kepastian tingkat kerataan jalan dan terpasangnya pagar pengaman untuk memenuhi tingkat keamanan. “Jika hanya memenuhi standar jalan nasional tapi belum layak operasi karena marka ataupun rambu jalan belum lengkap, maka tarif jalan tol tidak bisa dipungut,” tuturnya.

    Wakil Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya, Hudaya Arryanto, menjelaskan saat ini masih ada 5 kilometer jalur yang berbentuk tanah dan 20 kilometer yang belum diaspal atau dibeton. Sebanyak 9 dari 99 jembatan juga belum selesai. “Targetnya, akhir Mei semua ruas tol sudah layak operasi.”

    Nantinya jalan tol ini akan mempunyai 8 tempat peristirahatan, 7 pintu masuk, dan 7 simpang susun. Semua rest area memiliki fasilitas kantin, toilet dan masjid, serta  pompa bensin. (Baca: Bupati Purwakarta Protes Nama Jalan Tol Cikampek-Palimanan)

    Basuki optimistis jalur tol ini dapat memecah kepadatan lalu lintas di Pantura yang mencapai 200 ribu kendaraan per hari saat arus mudik. Jika tol ini layak beroperasi, 50 persen kepadatan Pantura beralih ke jalan tol Cipali. Dalam rencana bisnisnya, ruas tol ini akan menampung 25 ribu kendaraan per hari dan meningkat tiga kali lipat di saat arus mudik.

    Saat arus mudik Lebaran, jalur Pantura selalu menjadi mimpi buruk buat pengendara. Kemacetan terutama terjadi selepas tol Cikampek sampai Palimanan, Cirebon.

    ALI HIDAYAT | KHAIRUL ANAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.