Saat KSAL Ade Supandi Dikawal Kereta Kencana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (tengah) didampingi KSAL Laksamana Madya Ade Supandi (kiri) dan Ketua KNKT Tatang Kurniadi (kanan) memperlihatkan Flight Data Recorder (FDR) AirAsia QZ8501 di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalteng, 12 Januari 2015. FDR ditemukan pada kedalaman 30 meter di Selat karimata. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (tengah) didampingi KSAL Laksamana Madya Ade Supandi (kiri) dan Ketua KNKT Tatang Kurniadi (kanan) memperlihatkan Flight Data Recorder (FDR) AirAsia QZ8501 di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalteng, 12 Januari 2015. FDR ditemukan pada kedalaman 30 meter di Selat karimata. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi mendapat gelar Warga Kehormatan Korps Marinir hari ini, Kamis, 2 April 2015, di Markas Brigade Infanteri 2 Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan. Pengangkatan gelar tersebut dilakukan melalui upacara militer.

    Laksamana Ade ditemani istrinya, Endah Ade Supandi, tiba di Markas Brigade Infanteri 2 Korps Marinir sekitar pukul 08.00 WIB. Ade dan Endah sudah dihadang satu unit tank amfibi jenis BMP 3F. 

    Keduanya lantas diminta naik di bagian belakang tank yang sudah dipasangi mimbar kecil. Selanjutnya tank berjalan perlahan menuju lapangan tempat upacara yang berjarak sekitar 700 meter.

    Di depan tank sudah siap sembilan pasukan Marinir berkuda mengawal tank yang dinaiki Ade. Uniknya, ada sebuah kereta kencana berwarna putih yang dinaiki seorang perempuan berpakaian putri raja. 

    Kereta kencana berjalan paling depan mengawal tank BMP 3F. Di sepanjang jalan yang dilalui tank, ribuan prajurit Marinir memberi hormat kepada Ade sambil menyanyikan lagu mars Korps Baret Ungu.

    Setibanya di lapangan upacara, Komandan Korps Marinir (Dankormar) TNI AL Mayor Jenderal (Mar) Ahmad Faridz Wasingthon menyambut kedatangan KSAL. Proses pembaretan diawali dengan masuknya empat tank BMP-3F membentuk formasi di depan mimbar yang membawa personel pasukan khusus Detasemen Jalamangkara dan Intai Tempur Marinir.

    Selanjutnya tiga orang penerjun free fall pembawa baret dan brevet mendarat di lapangan upacara. Dankormar Mayjen Faridz langsung menyematkan brevet kehormatan serta brevet Antiteror Aspek Laut kepada Laksamana Ade Supandi.

    "Saya sangat berterima kasih atas penghormatan ini. Sebagai bagian dari Marinir, saya akan majukan Korps Baret Ungu," kata Ade usai penyematan brevet.

    Selanjutnya, pasukan Marinir TNI AL memperagakan sejumlah atraksi, seperti terjun payung, devile pasukan khusus, dan pasukan berkuda. Selain itu, puluhan alutsista milik Marinir juga ditampilkan, seperti tank LVT 7A1, tank BMP 3F, tank amfibi pembawa howitzer, dan dua unit helikopter Bell 412.

    INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.