Jaringan Narkoba Indonesia Semakin Gawat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekretaris Interpol Indonesia Brigjen Polisi Dadang Garnida mengatakan, jaringan narkoba di Indonesia sudah pada tahap membahayakan. “Ngeri deh,” ujar Dadang kepada Tempo News Room di ruang kerjanya, Kamis (10/1). Dadang menjelaskan, awalnya Indonesia memang hanya menjadi tempat singgah bagi pengedar narkoba dunia. Namun saat ini Indonesia bukan hanya menjadi konsumen, melainkan telah memproduksi. Ia menyebutkan titik-titik yang saat ini terus diawasi, antara lain Tangerang, Depok, dan Lampung. Di daerah-daerah tersebut, diduga kuat digunakan sebagai tempat memproduksi narkoba. Namun Dadang belum bersedia mengungkapkan data selengkapnya. Pihaknya juga terus melakukan pemantauan Kampung Bali, Jakarta Pusat, yang selama ini dikenal sebagai tempat transaksi narkoba. Bahkan Kapolri pernah memerintahkan Kapolda Metro Jaya untuk mengosongkan Kampung Bali. Masalah narkoba, lanjut Dadang, saat ini sudah ada lembaga yang secara khusus menanganinya, yaitu Badan Koordinasi Nanrkoba Nasional (BKNN), yang diketuai oleh Komisaris Jenderal Pol Nurfraizi. BKNN juga akan berkerjasama dengan Interpol. Karena kejahatan internasional yang menangani adalah interpol. (Retno Sulistiyowati)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.