EKSKLUSIF: Tersangka Pembunuh Tari Arizona Karyawan Pamannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tari Arizona, pegawai Pengadilan Tinggi Pontianak, yang menjadi korban pembunuhan. Foto: Istimewa

    Tari Arizona, pegawai Pengadilan Tinggi Pontianak, yang menjadi korban pembunuhan. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Pontianak - Setelah sempat sebelas hari menjadi buron pihak Kepolisian, Suhardi alias Rudi akhirnya tertangkap. Tersangka pembunuh Tari Arizona, pegawai Pengadilan Tinggi Pontianak, Kalimantan Barat, itu, dicokok oleh tim pemburu gabungan Kepolisian di tengah hutan belantara di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Minggu malam, 22 Maret 2015.  

    Tari Arizona ditemukan tewas nyaris tanpa busana di kediamannya di Jalan Tani Makmur, Kota Baru, Pontianak Selatan, Rabu, 11 Maret 2015, pukul 07.24. Penyelidik menemukan Tari telungkup di ruang tamu di belakang sofa dengan tengkorak nyaris remuk berlumuran darah dan mulut dililit lakban. Mendiang Tari ditemukan hanya berpenutup dada.

    Semula status Rudi sebagai saksi mahkota di balik kasus pembunuhan janda berusia 25 tahun itu. "Status Rudi kini tersangka, tapi apa motifnya kita tunggu kedatangan tim yang menjemput dia," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Pontianak, Komisaris Andi Yul Lapawesean, kepada Tempo, Senin dini hari, 23 Maret 2015.

    Siapa Rudi yang kini menjadi tersangka itu? Rudi ternyata karyawan tempat usaha pencucian motor milik Jaka Suryana, paman Tari Arizona. Menurut Jaka, ia menerima Rudi bekerja di tempatnya pada 25 Februari 2015. "Sebelum diterima bekerja, saya catat dulu identitasnya," kata Jaka di kediamannya, Jalan Dr. Sutomo, Kotabaru Pontianak.

    Menurut Jaka, Rudi memberi identitas sebagai warga Ketapang, yang tinggal di Kampung Padang. Kepada Jaka, Rudi mengaku menumpang di rumah Ali, anggota polisi berpangkat brigadir kepala. Tak ada hubungan kekeluargaan antara Ali dan Rd. "Pak Ali itu hanya menampung Rd, atas dasar kemanusiaan saja," ucap Jaka. Ali sendiri belum dapat dikonfirmasi.

    Jaka menjelaskan, Rudi kerap kali berangkat kerja ke usaha pencucian motornya menggunakan motor milik Ali, Honda Scoopy baru warna merah. Jaka menuturkan, sehari sebelum Tari ditemukan tewas, ia datang ke tempat pencucian motor milik Jaka dengan mengenakan pakaian dinas serta jaket ungu miliknya.

    Tanpa turun dari Yamaha Mio-nya, kata Jaka, Tari meminta Rudi membonceng di belakang. Tari membawa Rudi pulang ke rumahnya, lantas Rudi membawa motor itu lagi untuk dicuci. Setelah dicuci, Tari menyuruh Rudi mengantarkan Yamaha Mio itu ke rumahnya. Rekan kerja Rudi, Yono, mengaku melihat Rudi datang sendiri dengan motor Tari, usai mengantar ke rumahnya.

    Rudi lantas mulai mencuci motor Tari. Sejam kemudian motor Tari kelar dibersihkan. Rudi pamit mengantarkan motor tersebut. "Itu saat terakhir rekan kerjanya melihat Rudi. Dia bahkan tidak pulang lagi ke tempat kerja. Hal ini membuat saya dan istri khawatir, dan mencoba menghubungi Tari berkali-kali, tapi tidak tersambung," kata Jaka.

    Rudi, kata Jaka, pergi mengantarkan motor Tari masih menggunakan celana selutut serta baju kaos, seragamnya bekerja. Akibat kejadian ini banyak spekulasi yang berkembang. Dia bahkan tak luput dari tudingan. "Bisnis jadi sepi. Tadinya saya masih kurang karyawan. Tapi saya stop mencari karyawan, peristiwa ini mengguncang kami sekeluarga," kata Jaka.

    ASEANTY PAHLEVI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.