Polisi Makassar Gerebek Penimbunan BBM

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Makassar:Aparat Polwiltabes Makassar, Sulawesi Selatan, menggerebek PT Usaha Minas Gasindo yang diduga menimbun BBM, Kamis (10/1) pagi. Polisi menemukan sepuluh tangki, seluruhnya berkapasitas 150 ribu liter. “Kecurigaan polisi sangat beralasan,” ujar Ajun Komisaris Besar I Komang Udayana, Wakil Kepala Polwiltabes Makassar, kepada Tempo News Room tadi siang. Indikasi tuduhan itu, dilokasi gudang Jalan Kelurahan 1 Makassar itu ditemukan tangki-tangki BBM. Mestinya, truk angkutan BBM beroperasi, mendistribusikan dari Depo Pertamina ke pangkalan. “Kalau sebagai penyalur, tidak perlu ada tangki penyimpanan seperti itu,” ujar Komang yang memimpin penggerebekan itu. Hal lain, sampai 10 Januari, armada angkutan BBM milik Minas Gasindo masih mangkal di gudang. Padahal, sesuai delivery order, truk-truk tersebut seharusnya mendistribusikan solar antara 5-7 Januari. Polisi juga mendapati segel tangki terbuka. Ini menambah kecurigaan terjadinya bisnis pengoplosan minyak tanah dan solar. Lebih lanjut, polisi melakukan uji laboratorium terhadap minyak yang ditemukan pada dua truk tangki, yang mestinya mengirim solar ke Kabupaten Maros paling lambat 7 Januari lalu. Selain menyita dua truk tangki itu, polisi juga membawa sebuah mesin pemompa minyak. Di gudang milik PT Usaha Minas Gasindo itu juga ditemukan penampungan lebih 1.000 tabung gas elpiji, masing-masing berkapasitas 50 kilogram. Diduga terjadi penyimpanan izin. Penampungan gas elpiji sebanyak itu sangat berbahaya. Kami akan memeriksa izin penyimpanan," papar Udayana Indikasi lain, Toni selaku pemilik Usaha Minas Gasindo mengakui tidak memiliki akta pendirian badan usaha berbentuk perseroan terbatas (PT), usaha dagang (UD) mupun CV. Bila kecurigaan polisi benar, identitas yang tertulis di tangki-tangki BBM tersebut sesungguhnya palsu. "Usaha ini dijalankan bersama Pak Nurdin," kata Toni. Toni membantah bisnis penimbunan pengoplosan BBM. Tidak beroperasinya armada angkutan yang sudah berisi BBM lantaran sopir tidak datang. Ketimbang melakukan pengoplosan, ujarnya, lebih baik menjual dengan harga tinggi. “Untungnya lebih besar,” ujarnya. (Muannas)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.