Fatwa Hukum Mati Homoseksual, MUI: Tidak Mungkin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Dita Alangkara

    AP/Dita Alangkara

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Seni dan Budaya, Cholil Ridwan, belum mengetahui fatwa tentang hukuman cambuk dan mati bagi kaum homoseksual. Menurut dia, hukum tersebut memang berlaku dalam hukum Islam yang diterapkan di Arab Saudi.

    "Tapi MUI tidak mungkin memberlakukan hukum Islam di Indonesia," kata dia saat dihubungi Tempo, Senin, 16 Maret 2015.

    Sebelumnya, seperti yang dilansir dalam Gay Star News, Ketua Komisi MUI Hasanuddin AF mengeluarkan fatwa tersebut pada 3 Maret 2015. Maraknya penyimpangan seksual melatarbelakangi munculnya fatwa tersebut. Apalagi hukum pidana Indonesia tidak melarang homoseksual.

    Cholil menduga Hasanuddin sedang menjelaskan hukum Islam tentang hukuman bagi homoseksual. Ia bercerita dalam hukum Islam pelaku zina atau homoseksual memang harus dihukum mati dengan cara dicambuk, dirajam, atau bahkan dijatuhkan dari gedung tinggi.  "Saya rasa itu wartawannya salah kutip. MUI tidak mungkin menerapkan itu."

    Hukum Islam, kata dia, hanya sebagai kombinasi hukum di Indonesia yang dicampur dengan hukum adat atau adopsi hukum lainnya. "Bukan semata-mata murni hukum Islam," ujar Cholil.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.