Kisah Sedih 43 Anak SD yang Jatuh dari Jembatan Ambruk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Bawesdan (kanan), berbincang dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimulyono (tengah), saat meninjau lokasi jembatan runtuh di Lebak, Banten, 16 Maret 2015. Kementerian PUPR dan Kemendikbud akan bekerjasama dalam infrastruktur. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Bawesdan (kanan), berbincang dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimulyono (tengah), saat meninjau lokasi jembatan runtuh di Lebak, Banten, 16 Maret 2015. Kementerian PUPR dan Kemendikbud akan bekerjasama dalam infrastruktur. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.COLebak - Luka lebam berwarna biru masih terlihat di pipi kiri Ayu Amelia, 8 tahun. Siswi kelas I SD Negeri 1 Pajagan, Kabupaten Lebak, Banten, itu mengerang setiap kali luka itu tersentuh. "Masih sakit," ujarnya ketika dijumpai di sekolahnya kemarin. Rasa nyeri lain juga dirasakan Ayu di pundak kirinya.

    Dua luka di tubuh Ayu didapatnya saat hendak berangkat ke sekolah, Selasa pagi pekan lalu. Jembatan kayu sepanjang 100 meter penghubung Kecamatan Sajira dan Cimarga yang dilewatinya tiba-tiba putus. Ayu jatuh bersama 43 anak lain yang juga hendak ke sekolah. Tubuh mungil Ayu melayang dari ketinggian 15 meter sebelum menghantam barisan bambu yang mengapung di sungai.

    Samsiyah, 23 tahun, menjadi orang pertama yang berlari ke pinggir sungai. Dia sedang menyapu halaman rumahnya yang terletak dekat jembatan saat mendengar suara menggelegar. "Suaranya seperti gas meledak," katanya. Dari tebing, dia menyaksikan bocah-bocah berseragam itu berenang ke tepi sungai selebar 75 meter tersebut. Beberapa warga yang berdatangan setelah kejadian itu pingsan. Semua murid selamat dari peristiwa itu.

    Suherman, salah satu tokoh masyarakat, mengungkapkan bahwa jembatan itu dibangun secara swadaya pada 1991. Jembatan itu dipakai oleh warga untuk mengirimkan hasil kebun atau menuju ke puskesmas. Warga kampung itu mengganti kayu pijakan jembatan setiap enam bulan sekali. Namun dua tali baja penggantung pada jembatan tak pernah diperbarui lantaran sulit didapat penggantinya. "Kami ada banyak kayu di sini, tapi kawat itu susah," katanya.

    Akibat runtuhnya jembatan itu, warga desa tersebut harus memutar untuk menuju desa lain. Jembatan terdekat lainnya harus ditempuh melalui jalur memutar sejauh 6 kilometer.

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, yang meninjau jembatan ambruk, berjanji akan membantu warga. Menteri Basuki bakal menyiapkan dana dan tenaga untuk membangun kembali jembatan itu. Adapun Menteri Anies akan mengerahkan sumber daya untuk membangun jalan akses menuju sekolah bagi Ayu dan teman-temannya. "Semoga kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi," kata Anies.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.