Tetap di PAN, Hatta Rajasa Senyum Ditanya Soal Ormas Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PAN Terpilih periode 2015-2020, Zulkifli Hasan (kanan), memeluk Ketua Umum PAN periode 2010-2015, Hatta Rajasa, usai pemilihan pada Kongres IV PAN di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, 1 Maret 2015.  Hatta menjadi saingan Zulkifli dalam pemilihan ini. ANTARA/Rosa Panggabean

    Ketua Umum PAN Terpilih periode 2015-2020, Zulkifli Hasan (kanan), memeluk Ketua Umum PAN periode 2010-2015, Hatta Rajasa, usai pemilihan pada Kongres IV PAN di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, 1 Maret 2015. Hatta menjadi saingan Zulkifli dalam pemilihan ini. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.COJakarta - Hatta Rajasa membantah akan keluar dari Partai Amanat Nasional setelah kalah dalam perebutan kursi Ketua Umum PAN pada kongres partai tersebut di Bali, 2 Maret lalu. "Saya itu pendiri PAN, tak akan meninggalkan PAN," kata Hatta setelah mengikuti salat berjamaah untuk almarhum Haryanto Taslam di Jakarta, Ahad, 15 Maret 2015.

    Dalam kongres itu, Zulkifli Hasan yang didukung Amien Rais mendapat 292 suara, sedangkan Hatta memperoleh 286 suara. Zulkifli, yang kini menjabat Ketua MPR, akhirnya ditetapkan sebagai Ketua Umum PAN periode 2015-2020.

    Terpilihnya Zulkifli mendorong sejumlah anggota tim sukses Hatta Rajasa mundur. Tjatur Sapto Edi mengajukan pengunduran diri sebagai Ketua Fraksi PAN di DPR. Lalu Drajat Wibowo, mantan Wakil Ketua Umum PAN, menyatakan diri menolak ikut duduk di kepengurusan yang diketuai Zulkifli.

    Sebagian di antara mereka berencana mendirikan organisasi kemasyarakatan Harapan Rakyat Indonesia (HRI). Kabarnya, Drajat menjadi ketua ormas itu dengan sekretaris jenderal Tjatur Sapto Edi, sementara Hatta duduk di jajaran dewan pembina. Namun Hatta Rajasa membantah ormas ini sebagai bentuk perpecahan antara massa pendukung Zulkifli dan pendukungnya.  

    Hatta tidak mau menjawab soal kemungkinan HRI menjadi cikal bakal partai politik, seperti yang terjadi pada ormas Nasional Demokrat yang didirikan Surya Paloh dan ormas Persatuan Indonesia oleh Hary Tanoesoedibjo. "Jangan dikait-kaitkan," ucap Hatta sambil sedikit tertawa.

    Sebagai politikus senior, menurut Hatta, dia sangat dewasa dalam menjalankan politiknya. Mantan Menteri Koordinator Perekonomian itu justru mengkritik sejumlah tokoh dan parpol yang terus saling serang dan menjatuhkan demi ambisi politik. 

    Hatta juga enggan menanggapi sejumlah kebijakan awal Zulkifli. "Saya sudah bertahun-tahun berpolitik, bisa dilihat sendiri bagaimana saya," tutur Hatta.

    Hatta bersama petinggi Koalisi Merah Putih, seperti Fadli Zon dan Idrus Marham, menghadiri acara pemakaman Haryanto Taslam. Mereka menolak berkomentar soal dinamika politik yang terjadi saat ini. "Tak usah saya komentari," kata Hatta.

    FRANSISCO ROSARIANS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.