Kader PDIP Berkelahi Rebutan Jadi Ketua, Megawati Ambil Alih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eddy Rumpoko (tengah). TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Eddy Rumpoko (tengah). TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Malang - Kondisi internal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Malang, Jawa Timur, sedang tidak harmonis pasca-buntunya konferensi cabang yang diselenggarakan di Hotel Utami, Kabupaten Sidoarjo, Rabu, 10 Maret 2015.

    Kebuntuan konferensi ditandai dengan terjadinya perkelahian. Agar kondisi kembali normal, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menunjuk Wali Kota Batu Eddy Rumpoko menggantikan Hari Sasongko sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang hingga 2020.

    Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Bidang Program Achmad Basarah menyampaikan bahwa penunjukan Eddy diputuskan dalam rapat pleno di kantor DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta, Kamis lalu. Rapat yang dipimpin Megawati ini membahas kerusuhan yang terjadi dalam Konferensi Cabang DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang. 

    "Keputusan diambil Ibu Megawati dan segera diumumkan setelah struktur dan personalia DPC PDI Perjuangan terbentuk semua," kata Basarah di Malang, Jumat, 13 Maret 2015.

    Menurut Basarah, Megawati menerima laporan lengkap perihal kerusuhan di Sidoarjo dari pemimpin sidang konferensi cabang yang juga salah seorang pengurus DPP PDI Perjuangan, Ari Batubara. Ari melaporkan adanya kekerasan yang dilakukan beberapa pengurus anak cabang dan sekelompok orang yang mengaku sebagai pendukung salah seorang calon Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang.

    Dalam laporan itu disebutkan pula ihwal terlukanya S.W. Nugroho, Wakil Sekretaris Bidang Internal Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur. Wajah dan beberapa bagian tubuh Nugroho memar, sehingga dia langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Nugroho bahkan melaporkan kekerasan itu ke Kepolisian Daerah Jawa Timur, sementara Ari Batubara melaporkannya ke Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia di Jakarta.

    Akibat kerusuhan itu, Konferensi Cabang DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang dinyatakan gagal diselenggarakan. Sesuai dengan ketetapan DPP PDI Perjuangan nomor 66 tahun 2015, Ari Batubara menskors konferensi dan menyerahkan keputusan selanjutnya kepada DPP.

    "Ibu Megawati melihat begitu pentingnya hal tersebut. Beliau langsung menggelar rapat pleno dan memutuskan Pak Eddy Rumpoko menjadi Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang yang baru," ujar Basarah.

    Eddy Rumpoko sudah diperintahkan agar segera mengambil langkah-langkah khusus yang diperlukan supaya kondisi internal PDI Perjuangan Kabupaten Malang kembali kondusif.

    Eddy Rumpoko menyatakan siap menjalankan semua instruksi DPP. Setelah mandat diterima, Wakil Ketua Bidang Internal Sumber Daya dan Dana DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini segera berkonsolidasi dengan pengurus DPC dan ranting serta kader-kader partai banteng. Ia juga akan menjumpai tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kabupaten Malang agar situasi dan kondisi menjelang pemilihan Bupati Malang tetap kondusif.

    "Saya segera melengkapi struktur organisasi. Mengenai terjadinya deadlock, saya menganggapnya hanya karena kecintaan kader terhadap partai. Saya yakin masalah ini segera selesai karena DPP sudah turun tangan," kata Eddy, yang sebelumnya menjadi Pelaksana Harian Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang.

    Informasi yang diterima Tempo menyebutkan kegagalan konferensi cabang ini dipicu kekerasan yang dilakukan oleh pendukung peserta seleksi calon Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang yang tidak mendapat restu dari DPP PDI Perjuangan untuk maju di konferensi.

    Ada enam kader yang mengikuti tes di DPP menjelang konferensi cabang, dan hanya tiga yang mengantongi rekomendasi, yakni Hari Sasongko, Sugeng Pudjianto, dan Tantri Barorah. Hari adalah ketua lama yang kini digantikan Eddy. Sugeng adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur dari Daerah Pemilihan V Malang Raya, dan Tantri adalah bekas pengurus DPC PDI Perjuangan pimpinan Hari Sasongko.

    ABDI PURMONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.